Ketua DPRD Sulsel Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Makassar

Ketua DPRD Sulsel Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan Sulawesi Selatan menunjukkan hasil nyata. Panen Raya Ketahanan Pangan yang digelar di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar mencatat total produksi pangan sebesar 3,3 ton dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, Kamis (15/1).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) secara nasional. Panen raya serentak dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, serta diikuti oleh lapas dan rutan di berbagai daerah di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, panen raya melibatkan sejumlah unit pemasyarakatan, yakni Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta jajaran pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Sianturi, menyampaikan bahwa panen raya menjadi bukti nyata pembinaan warga binaan berjalan produktif dan berorientasi pada kemandirian.

“Ini membuktikan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya membentuk kemandirian, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi daerah,” ujar Rudy.

Ia merinci, dari total produksi Sulawesi Selatan tersebut, 2,6 ton berasal dari sektor pertanian, 600 kilogram dari perikanan berupa ikan lele dan nila, serta 110 kilogram dari sektor peternakan ayam. Hasil panen tersebut tercatat menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp35 juta, yang selanjutnya akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar Jayadikusumah menegaskan bahwa panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat mampu memberi dampak positif serta nilai tambah bagi warga binaan,” ujarnya.

Secara nasional, Panen Raya Serentak Pemasyarakatan Januari 2026 menghasilkan 99.930 kilogram dari sektor pertanian dan perkebunan, 4.019 kilogram dari sektor peternakan, serta 19.608 kilogram dari sektor perikanan.

Hingga akhir 2025, program ketahanan pangan di lapas dan rutan telah melibatkan 12.146 warga binaan, dengan luas lahan garapan mencapai 4,42 juta meter persegi serta total premi pembinaan lebih dari Rp905 juta.

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi program tersebut sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga membekali keterampilan dan menumbuhkan semangat produktif agar warga binaan siap kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)


Comment