Bone Target Cetak Sawah 47 Ribu Hektar Tahun 2026, Dikelola TNI

Bone Target Cetak Sawah 47 Ribu Hektar Tahun 2026, Dikelola TNI

BONE, BERITA-SULSEL.COM— Meski bermasalah di beberapa daerah, program cetak sawah baru tetap berlanjut karena menjadi astacita Presiden Prabowo Subianto. Triliunan anggaran digelontorkan tiap tahun dengan harapan cetak sawah baru jadi penopang swasembada pangan.

Basri Yusuf, selaku PPK program cetak sawah dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, mengakui sampai hari ini belum ada satu pun lahan cetak sawah baru yang selesai dikerjakan oleh penyedia. Berbekal uang muka 35 persen, penyedia harus merampungkan percetakan sawah sampai bisa dikelola oleh pemilik lahan.

“Saya sudah sampaikan ke penyedia kalau saya tidak akan bayarkan sampai olah lahan, walaupun dia anggap selesai,” kata Basri yang lebih akrab disapa Bayu, saat ditemui di kantornya, Rabu (4/2/26).

Jika di 2025 target lahan cetak sawah baru hanya 2000 hektar, maka di 2026 ini digadang-gadang target lahan cetak sawah baru mencapai 47 ribu hektar. Namun sampai hari ini, kata Basri, belum ada lahan yang diusulkan oleh pemerintah Kabupaten Bone.

“Kami belum dapat juga datanya, katanya itu bupati yang tentukan melalui Bappeda,” lanjut Basri.

Jika merujuk pada juknis cetak sawah 2025, proyek ini memang ada dua opsi, yaitu di swakelolakan atau di kontraktualkan. Satu hektar lahan menelan anggaran mulai dari Rp19 juta hingga Rp21 juta. Sayangnya,Basri enggan membeberkan angka pasti anggaran cetak sawah 2025, juga terkesan menutupi progress proyek cetak sawah baru di Bone.

“Untuk tahun ini kementerian maunya 47 ribu hektar di Bone dan nanti TNI yang kelola,” ungkapnya.

Basri berharap pengawasan dari masyarakat, khususnya media agar diketahui lokasi mana saja yang pengerjaannya tidak selesai. Basri khawatir berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum jika nantinya membayar penyedia padahal proyeknya tidak tuntas.(eka)


Comment