BATAM, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjamin ketahanan serta keamanan obat dan makanan nasional tetap stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Prof. Taruna meninjau langsung berbagai titik krusial, mulai dari sarana produksi hingga jalur distribusi pangan di wilayah perbatasan. Mengingat posisi Batam yang sangat strategis secara geografis, BPOM memprioritaskan pengawasan ketat terhadap izin edar dan kualitas produk agar masyarakat terhindar dari barang ilegal atau kedaluwarsa.
Sinergi Ketahanan Nasional bersama Menhan
Menariknya, hasil pengawasan di lapangan ini langsung dilaporkan oleh Taruna Ikrar kepada Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, keamanan konsumsi masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas negara.
“Ketahanan obat dan makanan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. Kami bekerja keras memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan terjangkau, terutama saat permintaan melonjak menjelang Lebaran,” tegas Taruna Ikrar saat ditemui di Batam.
Selain itu, Taruna menambahkan bahwa wilayah perbatasan seringkali menjadi pintu masuk produk tanpa izin. Oleh karena itu, BPOM memperkuat sinergi lintas sektor guna memitigasi risiko masuknya barang-barang berbahaya yang dapat mengancam kesehatan publik.
Konsolidasi dan Pendekatan Humanis
Tidak hanya melakukan sidak, Taruna Ikrar juga memimpin rapat konsolidasi dengan jajaran BPOM setempat. Ia ingin memastikan bahwa strategi pengawasan berjalan optimal dari hulu hingga ke hilir. Dalam lawatan ini, Staf Khusus BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin, turut mendampingi untuk memperkuat pendekatan teknis sekaligus humanis di lapangan.
Di sela-sela agenda formal, Prof. Taruna menunjukkan kepeduliannya dengan berbagi tali kasih kepada para “pekerja senyap” di Kantor BPOM Batam. Ia menyapa langsung petugas keamanan, tukang kebun, sopir, hingga petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
“Negara hadir tidak hanya melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui perhatian nyata kepada setiap elemen yang berkontribusi di belakang layar,” imbuhnya dengan hangat.
Hasil Uji Laboratorium dan Imbauan Masyarakat
Kepala Balai POM Batam, Ully Mandasari, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini juga beriringan dengan agenda Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Batam, termasuk peresmian Masjid Bintang Amin Angkasa.
Sementara itu, tim BPOM terus melakukan sampling dan pengujian cepat (rapid test) terhadap produk yang beredar di pasar-pasar Batam. Meskipun secara umum produk memenuhi syarat, BPOM tetap menindak tegas beberapa temuan pelanggaran administratif guna memberikan efek jera.
Sebagai penutup, BPOM mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum bertransaksi. Upaya intensifikasi pengawasan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Comment