GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mematangkan strategi konkret untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Langkah strategis ini mengemuka saat Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan di Baruga Tinggimae, Rabu (18/3).
Kegiatan bertajuk “Gowa Maju: Gerak Bersama Hapus Miskin Ekstrem” ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan media. Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan merumuskan langkah terarah guna mengejar target nol persen kemiskinan ekstrem sesuai mandat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Fokus pada Kualitas SDM
Bupati Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik semata.
“Kita tidak boleh hanya mengukur kemajuan dari gedung tinggi atau jalan mulus. Hal yang paling utama adalah bagaimana kualitas manusia di dalamnya,” ujar Husniah di hadapan peserta FGD.
Selanjutnya, ia memaparkan capaian positif pertumbuhan ekonomi Gowa pada tahun 2025 yang menyentuh angka 7,04 persen. Angka ini tercatat jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (5,43%) maupun capaian nasional (5,11%). Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gowa juga terus merangkak naik ke posisi 74,22, yang masuk dalam kategori tinggi.
Strategi Tiga Pilar dan Program Orang Tua Asuh
Meskipun indikator makro membaik, Husniah mengakui bahwa menghapus kemiskinan total tetap menjadi tantangan dinamis. Oleh karena itu, Pemkab Gowa kini menerapkan tiga pilar utama:
-
Penurunan beban pengeluaran melalui bantuan sosial.
-
Peningkatan pendapatan lewat pemberdayaan UMKM.
-
Penyediaan infrastruktur dasar untuk menghilangkan kantong kemiskinan.
Sebagai aksi nyata, Pemkab Gowa meluncurkan program Gowa Massunggu. Program ini melibatkan skema Orang Tua Asuh (OTA) yang menyasar 357 keluarga miskin ekstrem. Menariknya, lebih dari 200 tokoh dari unsur ASN, anggota DPR, hingga perusahaan daerah bertindak sebagai pendamping langsung.
Peran Media dalam Transparansi
Sementara itu, Ketua IJTI Sulsel, Andi Mohammad Sardi, menyambut baik sinergi ini. Ia menilai keterlibatan jurnalis sangat penting untuk memastikan program pemerintah berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kami ingin menghadirkan informasi yang akurat dan edukatif kepada publik. Sinergi ini akan membantu mengawal kebijakan agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tutur Andi Mohammad Sardi.
Diskusi ini juga menghadirkan akademisi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin Latif, sebagai narasumber. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Gowa optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Comment