Bendungan Jenelata Gowa Rampung 2028, Petani Bisa Panen 3 Kali Setahun

Bendungan Jenelata Gowa Rampung 2028, Petani Bisa Panen 3 Kali Setahun

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) mempercepat pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju. Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai Rp4 triliun lebih ini ditargetkan tuntas pada tahun 2028 mendatang.

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menegaskan bahwa proyek raksasa ini harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga lokal. Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air di Kantor BBWSPJ, Selasa (7/4/2026).

Manfaat Bagi Petani dan Pengendalian Banjir

Husniah menjelaskan bahwa posisi Gowa sangat strategis karena bertindak sebagai daerah sumber, baik untuk pasokan air maupun material pembangunan. Oleh karena itu, ia meminta sinergi yang kuat agar masyarakat Gowa tidak hanya menjadi penonton dalam proyek nasional ini.

“Kita harus menyadari bahwa Kabupaten Gowa adalah daerah sumber. Maka dari itu, saya menekankan agar setiap proyek di bawah naungan Balai dapat dikomunikasikan dengan baik bersama pemerintah daerah,” ujar Husniah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BBWSPJ Heriantono Waluyadi mengungkapkan manfaat besar bendungan ini bagi sektor pertanian. Kehadiran bendungan akan meningkatkan layanan irigasi sehingga petani bisa menambah frekuensi tanam.

“Intensitas tanam petani dapat meningkat dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. Tentu ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” jelas Heriantono. Selain irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir di hilir Sungai Jeneberang serta menjadi sumber air baku untuk Makassar, Takalar, dan Maros.

Progres Ganti Rugi Lahan

Meskipun pembangunan terus berjalan, pihak balai mengakui adanya tantangan pada pembebasan lahan. Saat ini, realisasi ganti rugi lahan baru mencapai 13 persen dari total kebutuhan luas lahan yang mencapai lebih dari 1.000 hektar.

Namun, Heriantono optimis sisa pembayaran lahan sebesar 87 persen akan selesai secara bertahap hingga tahun 2028. Pihak balai terus memacu pengerjaan fisik agar target pengoperasian bendungan tidak meleset dari jadwal yang telah ditentukan.

Selain fungsi teknis, Bendungan Jenelata juga menyimpan potensi besar sebagai destinasi pariwisata baru dan pengembangan energi listrik ramah lingkungan di masa depan.


Comment