BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak Dewasa, Respons Cepat Atasi KLB 2026

BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak Dewasa, Respons Cepat Atasi KLB 2026

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah memperkuat langkah nyata dalam merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2026. Hingga pekan ke-11, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 58 KLB campak tersebar di 39 kabupaten/kota pada 14 provinsi.

Meskipun tren kasus menunjukkan penurunan tajam hingga 93 persen dari puncak awal tahun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tetap memprioritaskan kewaspadaan nasional. Oleh karena itu, BPOM secara resmi menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak bagi kelompok dewasa sebagai langkah strategis.

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan terobosan penting untuk memperluas perlindungan masyarakat. Hal ini mengingat sekitar 8 persen kasus campak saat ini menyerang kelompok usia di atas 18 tahun yang memiliki risiko komplikasi serius.

“BPOM bergerak cepat merespons kedaruratan kesehatan ini. Kami memastikan ketersediaan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Jadi, sekarang vaksin campak tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi kelompok dewasa,” ujar Taruna Ikrar di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Kajian Ilmiah dan Keamanan Vaksin

Dalam mengambil keputusan tersebut, BPOM melakukan kajian ilmiah yang sangat ketat dan komprehensif. Selain itu, proses evaluasi ini melibatkan Komite Nasional (KOMNAS) khusus vaksin yang terdiri dari para pakar imunologi dan epidemiologi.

Berdasarkan bukti Real World Evidence (RWE) dan standar WHO, vaksin tersebut terbukti memiliki profil keamanan yang baik bagi orang dewasa. Adapun jenis vaksin yang mendapatkan izin penggunaan meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), serta vaksin campak tunggal.

Selanjutnya, BPOM akan memprioritaskan pemberian vaksin ini kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan. Selain itu, kelompok pelaku perjalanan internasional dan individu dengan kontak erat pasien imunokompromais juga menjadi sasaran utama.

Kolaborasi Lintas Sektor

Taruna menjelaskan bahwa BPOM terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan implementasi vaksinasi secara nasional. Sementara itu, ketersediaan stok vaksin berasal dari produsen terpercaya seperti Bio Farma, GSK, dan Merck Sharp Dohme (MSD).

“Kita tidak bisa menangani KLB campak ini secara sektoral. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama untuk melindungi masyarakat secara menyeluruh,” tambah Taruna menutup keterangannya.

Melalui perluasan izin ini, pemerintah berharap pengendalian wabah menjadi lebih optimal. Selain itu, langkah ini bertujuan untuk menjaga ketahanan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi ancaman penyakit menular di masa depan.


Comment