Akui Sesuai SOP, Dokter RSUD Tenriawaru  Bone Jelaskan Kronologi Kematian Bayi

Akui Sesuai SOP, Dokter RSUD Tenriawaru  Bone Jelaskan Kronologi Kematian Bayi

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sehari usai meninggalnya seorang bayi yang diduga karena lambannya penanganan dokter, pihak RSUD Tenriawaru Bone kemudian menggelar konferensi pers, Jumat (16/10/36), dengan menghadirkan dokter Andi Koneng, dokter yang menangani Tiara Diah, ibu si bayi.
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi Tiara Diah berjenis kelamin laki-laki dinyatakan meninggal dalam kandungan pada Kamis (15/10/26) pagi, setelah dokter melakukan operasi sesar. Dokter Andi Koneng, menjelaskan kronologis kematian bayi dan memastikan penanganan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Rabu sore itu pasien mengeluhkan nyeri dibagian perut bagian bawah, jadi kami pindahkan ke ruang dahlia untuk observasi. Kemudian kami berikan obat sehingga nyeri berangsur berkurang. Kami juga lakukan KTG untuk mengetahui apakah ada kontraksi dan kemungkinan persalinan lebih awal, namun tidak ditemukan tanda-tanda kontraksi. Besok paginya, pasien kembali mengeluh nyeri, jadi saya bilang nanti saya USG karena siapatau ada  perubahan dari letak bayinya,” jelas dokter Andi Koneng.
Dokter juga menjelaskan bahwa pasien masuk ke rumah sakit karena sakit diare, bukan akibat kontraksi. Operasi sesar dilakukan karena tali pusar bayi yang keluar sehingga harus ditahan selama hampir 2 jam oleh bidan sebelum akhirnya pasien di operasi sekitar pukul 10 pagi.
“Hasil USG sebelumnya baik, hanya berat bayinya kurang. Dia kan usia kehamilan 32 minggu tapi berat bayinya hanya 1,7. Sedangkan normalnya 2 kilo sampai 2,1 kilo. Atas dasar pertimbangan itu kita tidak lakukan terminasi sedini mungkin karena tidak ada tanda-tanda akan bersalin,” ujarnya.
“Hanya berselang lima menit saja setelah bidan melakukan pemeriksaan dalam, tiba-tiba keluar tali pusarnya. Makanya langsung dilakukan penanganan emergensi dengan memasukkan kepalan tangan ke dalam vagina pasien. Gunanya untuk menahan kepala bayi agar tidak keluar dan terlilit tali pusar, jadi ini tindakan penyelamatan,” terangnya lagi.
Terkait penjelasan dokter Andi Koneng, Direktur RSUD Tenriawaru, Andi Syahrir, menegaskan bahwa pihak RS telah melalukan semua tindakan sesuai SOP. Namun, ucapan belasungkawa serta permintaan maaf tetap dilakukan dengan mengunjungi rumah pasien.
“Kami sudah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pasien, tapi bukan maaf karena mengakui lalai, semua sudah dilakukan sesuai standar yang ada,” kata dokter Syahrir.
Diakhir, dokter Syahrir berharap tidak ada kesalahpahaman lagi terkait kematian bayi Tiara Diah karena dokter Andi Koneng juga telah menjelaskan secara detail pengananan yang dilakukan sejak pasien masuk rumah sakit hingga bayinya dinyatakan meninggal dalam kandungan. Sementara, pihak keluarga Tiara Diah sampai detik ini masih menanti permintaan maaf dan pengakuan lalai dari dokter Andi Koneng.


Comment