Gandeng Polisi, SKB Barru Sisir Anak Putus Sekolah hingga ke Pelosok Pujananting

Sinergi Pendidikan Barru – Kepala UPT SPNF SKB Barru Bagdadi, S.Pd, M.Pd (kiri) dan Kapolsek Pujananting Iptu Sahabuddin, S.H (kanan) saat menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman untuk menekan angka putus sekolah di Barru, Jumat (10/7/2026).

BARRU,  BERITA-SULSEL.COM – Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (UPT SPNF SKB) Kabupaten Barru bergerak cepat untuk menekan angka putus sekolah di Barru. Demi memperluas akses pendidikan, mereka resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Pujananting.

Kedua instansi tersebut memperkuat sinergi ini melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat, 10 Juli 2026. Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat pada pukul 12.30 WITA di Kantor Polsek Pujananting, Jalan Lamappa Doi-doi, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.

Sejumlah tokoh penting hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Kapolsek Pujananting Iptu Sahabuddin, S.H., dan Kepala UPT SPNF SKB Kabupaten Barru Bagdadi, S.Pd, M.Pd. Selain itu, hadir pula jajaran tenaga pendidik seperti Sarifa Faradiba Anwar, S.Pd., Mujahidah, S.Pd., Firman Iuwar, S.Pd., dan Hamriah, S.Pd.

Faktor Ekonomi dan Jarak Jadi Kendala Utama

Dalam sambutannya, Kepala UPT SPNF SKB Barru, Bagdadi, mengungkapkan bahwa faktor ekonomi dan kendala jarak geografis memicu tingginya angka putus sekolah di Kecamatan Pujananting. Selain itu, minimnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya edukasi juga memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya sengaja merangkul institusi kepolisian.

“Dengan menggandeng pihak kepolisian, kami optimis dapat menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan formal maupun nonformal. Polsek memiliki akses hingga ke desa-desa, sehingga pendataan dan pendekatan bisa lebih efektif,” ujar Bagdadi optimistis.

Polisi Siap Lakukan Pendekatan Persuasif

Bak gayung bersambut, Kapolsek Pujananting Iptu Sahabuddin menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Ia menilai remaja yang putus sekolah sangat rentan terjerumus dalam aksi kenakalan remaja.

Selanjutnya, Iptu Sahabuddin menegaskan bahwa personelnya siap bergerak aktif di lapangan demi menyukseskan program ini.

“Kami siap membantu dalam pendataan, sosialisasi, dan pendampingan di lapangan. Jika ada kendala, kami akan melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua agar anaknya kembali bersekolah,” tegas Iptu Sahabuddin.

Solusi Lewat Program Paket A, B, dan C

Melalui Nota Kesepahaman ini, kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung dalam hal koordinasi, edukasi, hingga penunjangan langsung ke masyarakat. Sasaran utama gerakan ini adalah anak-anak yang putus sekolah serta mereka yang belum pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali di wilayah Pujananting.

Nantinya, petugas akan mengarahkan anak-anak tersebut untuk mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan di UPT SPNF SKB Barru. Program ini menyediakan layanan gratis yang meliputi:

  • Paket A (setara SD)

  • Paket B (setara SMP)

  • Paket C (setara SMA)

Melalui jalur ini, masyarakat bisa memperoleh ijazah resmi yang diakui oleh negara. Dengan demikian, mereka dapat menggunakan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, kerja sama ini bertujuan untuk menuntaskan program wajib belajar 12 tahun sekaligus mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Barru. Pihak SKB Barru juga mengajak jajaran pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap masa depan generasi penerus demi memutus mata rantai kemiskinan.


Comment