Tiga Tahun Berjalan, Proyek SustainaBlue Sukses Cetak Ekonomi Biru Berkelanjutan di Indonesia dan Malaysia

Perwakilan Konsorsium Internasional Proyek SustainaBlue Saat Peluncuran Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Kolaborasi internasional bertajuk Proyek SustainaBlue resmi mencatatkan capaian besar setelah tiga tahun berjalan intensif. Konsorsium yang melibatkan 11 mitra dari empat negara ini sukses membangun kerangka kerja sama strategis, Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan, hingga platform digital untuk memperkuat sektor maritim di Indonesia dan Malaysia.

Program yang mendapat pendanaan bersama dari Uni Eropa melalui Erasmus+ ini mengusung pendekatan Quintuple Helix. Model ini menyatukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat sipil, serta lingkungan hidup dalam satu misi menjaga ekosistem laut.

Dari Indonesia, PT Pandu Bina Sejahtera mengambil peran aktif bersama Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sementara itu, mitra luar negeri melibatkan kampus ternama serta organisasi dari Malaysia, Yunani, dan Siprus.

“Melalui SustainaBlue dan pendekatannya yang menyeluruh, kami memastikan bahwa setiap inovasi, kebijakan, dan upaya pendidikan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut bagi generasi mendatang,” ujar Presiden Aegean Rebreath, Sarelakos Giorgos.

Salah satu tonggak penting dari proyek ini adalah pendirian Sustainable Blue Economy Centers (SBECs) di empat kampus mitra di Indonesia dan Malaysia. Pusat ini berfungsi sebagai wadah penciptaan inovasi, riset, serta riset bersama antara akademisi, pelaku industri maritim, dan pemerintah daerah.

Selain fasilitas fisik, tim proyek meluncurkan Blue & Green Acceleration Platform. Platform digital ini menghubungkan para ilmuwan, pelaku usaha, serta masyarakat umum untuk mempercepat inovasi ekonomi hijau dan biru secara terbuka.

Tidak berhenti di situ, konsorsium SustainaBlue juga merampungkan kajian pasar tenaga kerja di kedua negara. Hasil laporan tersebut merekomendasikan penguatan keterampilan digital, peningkatan pelatihan vokasi, serta penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri maritim masa depan.

Melalui program Training of Trainers (ToT) dan lokakarya intensif, SustainaBlue kini berhasil membekali para dosen dan staf administrasi dengan perangkat pengajaran modern. Langkah ini menjadi fondasi kuat untuk mencetak SDM unggul yang siap mengelola potensi maritim secara berkelanjutan.


Comment