JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Power Plant liquefied natural gas (LNG) atau pembangkit listrik gas alam cair menjadi energi terbaru terbesar di asia akan berdiri di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya rapat kerjasama antara pertagas milik PT Pertamina dengan PT GNI di Graha Pertamina Jakarta, Pertamax Tower, lantai 20, Kamis 21 April 2022 yang diikuti langsung Ryan Latief selaku owner.
Kata Ryan Latief, investasi awal pembangunan power plan tersebut menyedot dana sebesar Rp 30 Triliun.
“Rencananya seusai lebaran mendatang akan dilakukan site visit ke Luwu Timur oleh tim tehnis. Agendanya melakukan survei lokasi pembangunan konstruksi power plan LNG serta alur storage distribusi LNG, meliputi titik pelabuhan yang layak sandar kapal induk LNG, serta instalasi ke titik pembangunan smelter fero nickel,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata Ryan, tim tehnis juga akan mencari jalur distribusi terkait bantuan listrik yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat lokal sebagai wujud program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pembangunan power plan LNG ini juga sebagai penunjang rencana pembangunan smelter PT Global Nickel Indonesia di Luwu Timur serta membangun kawasan industri yang saling berintegrasi di bidang pertambangan, pertanian dan UMKM.
Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur Bidang ESDM ini menegaskan, hadirnya power plant terbesar di Asia, Kabupaten Luwu Timur akan menjadi daerah yang potensial dari sisi pengembangan ekonomi.
“Hadirnya listrik gratis akan membuat Luwu terang benderang sebagai kawasan indsutri dan perkebunan,” ujarnya.
Tak hanya itu, diharapkan dapat memicu terjadinya pertumbuhan ekonomi yang massif di Luwu Timur agar tercipta stabilitas ekonomi yang kuat demi meningkatnya kualitas hidup masyarakat Luwu secara menyeluruh.
“Ini kontribusi saya sebagai putra daerah membangun tanah kelahiran, sedih rasa mendengar Tanah Luwu masuk 5 besar daerah termiskin di Sulsel,” ujar Ryan.
Hadirnya power plant tersebut disambut baik Ketua Dewan Ekonomi Indonesia Iimur DEIT Pusat, Annar Salahuddin Sampetoding.
Kata Annar, proyek fundamental menjadi momentum kebangkitan tumbuh pesatnya ekonomi di Indonesia Timur. Pengusaha daerah harus mempunyai visi untuk membangun daerahnya dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki.
“Saya harap ini bisa menjadi pemicu tumbuh pesatnya ekonomi di Indonesai Timur, khususnya di tanah Luwu. Sudah waktunya pengusaha daerah menjadi pemain di tanahnya sendiri, tidak lagi menjadi penonton dari kapitalisme asing”, tegas Annar. (*)
Comment