BARRU, BERITA-SULSEL.COM – Semangat baru tumbuh di Dusun Lempang, Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Di tengah hamparan kebun yang hijau, seorang petani kopi bernama Andi Sulaiman mulai memetik harapan dari tanaman kopi yang ia rawat selama dua tahun terakhir.
Di atas lahan seluas 70 are, Andi menanam sekitar 400 batang kopi. Kini, pohon-pohon itu mulai menunjukkan hasil. Daunnya tampak rimbun, sementara sebagian ranting sudah dipenuhi buah kopi muda yang perlahan berkembang menuju masa panen.
Setiap pagi, Andi turun langsung ke kebunnya. Ia membersihkan rumput liar, memeriksa kondisi tanaman, hingga memastikan setiap batang kopi mendapat perawatan yang cukup. Ketekunan itu ia jalani tanpa mengenal lelah karena ia percaya kopi memiliki masa depan yang menjanjikan bagi warga desa.
“Saya rawat sendiri setiap hari. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa panen perdana,” ujar Andi saat ditemui di kebunnya, Selasa (19/5/2026).
Optimisme Andi bukan tanpa alasan. Selain kondisi tanaman yang terus berkembang, minat masyarakat terhadap budidaya kopi di Dusun Lempang juga mulai meningkat. Warga perlahan melihat kopi sebagai peluang ekonomi baru di tengah tantangan pertanian musiman.
Selama ini, sebagian besar warga mengandalkan padi dan kacang tanah sebagai sumber penghasilan utama. Namun, perubahan cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani mulai mencari komoditas alternatif yang memiliki nilai jual lebih stabil. Dalam situasi itu, kopi hadir sebagai harapan baru.
Apalagi, kawasan perbukitan di Dusun Lempang dinilai memiliki kondisi tanah dan udara yang cocok untuk pertumbuhan kopi. Karena itu, beberapa warga mulai mengikuti langkah Andi dengan membuka lahan dan menanam bibit kopi secara bertahap.
Andi mengakui perjalanan membangun kebun kopi tidak mudah. Ia harus sabar menunggu tanaman tumbuh sambil terus mengeluarkan tenaga dan biaya perawatan. Meski begitu, ia tetap bertahan karena yakin hasilnya akan sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Selain berharap panen perdana berjalan lancar, Andi juga menaruh harapan besar pada kestabilan harga kopi di pasaran. Menurutnya, harga yang baik akan memberi semangat bagi petani untuk terus mengembangkan kebun mereka.
“Kalau harga stabil, petani tentu lebih semangat. Apalagi kopi butuh proses panjang sebelum panen,” katanya.
Perkembangan kebun kopi di Dusun Lempang sekaligus menunjukkan semangat petani desa dalam mencari peluang baru di sektor pertanian. Dengan kerja keras dan ketekunan, para petani berharap kopi tidak hanya menjadi tanaman tambahan, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat di masa depan.
Comment