Festival Ramadan Progresif Berakhir, Sampai Jumpa Tahun Depan

MAKASSAR, BERTA-SULSEL.COM – Festival Ramadan Progresif akhirnya berakhir setelah berlangsung 4 hari, 25-28 April 2022 di halaman Museum Kota Makassar.

Kegiatan di hari terakhir diisi dengan Silaturahmi Seniman Makassar. Sebelumnya juga ada obrolan industri kreatif dari peserta tenant yang mengisi selama 4 hari di event Festival Ramadan. Hadir menutup Festival Ramadan Progresif kepala dinas kebudayaan, Andi Herfida Attas sekaligus berdialog dengan seniman kota Makassar.

Irwan. AR, selaku direktur Festival mengaku belum puas dengan yang apa yang sudah digelar selama 4 hari ini. dan berharap tahun depan bisa digarap lebih bagus lagi.

“Gagasan awalnya event besar dengan visi menghidupkan 3 hal yaitu Industri Kreatif khususnya yang dilakoni anak-anak HMI dan anak muda kota Makassar khususnya, kesenian khususnya pekerja seni kampus dan dinamika intelektual khususnya di kalangan hijau hitam baik yang masih di Komisariat hingga para alumni,” papar Irwan. AR yang kerap disapa kak Brutus.

Selama 4 hari ini Festival Ramadan Progresif sudah menggelar dialog kepemudaan yang dihadiri narasumber wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe yang juga Presedium KAHMI Sulsel, Rijal Djamal seorang konten kreator yang sedang naik daun di Sulsel dan Ketua Umum HMI cabang Makassar Muhammad Arsy Jailolo sekaligus jadi momen silaturahmi di buka puasa bersama HMI komisariat Perti Fajar bersama kader-kader HMI secabang Makassar. Dinas Pemuda dan Olahraga yang diwakili sekertaris dinas, Husni Mubarak menyempatkan datang untuk berdialog dengan kader-kader HMI dan membuka ruang untuk menampung ide-ide kreatif.

Hari kedua giliran pekerja seni kampus bersilaturahmi dalam buka puasa bersama yang digelar Sanggar Seni Karampuang (SSK) dan dilanjutkan dengan pemutaran film yang difasilitasi Kelana Artspace.

Hari ketiga digelar buka puasa bersama kohati HMI Perti Fajar dirangkaikan penyerahan hampers lebaran. Selanjutnya ada launching dan diskusi buku Nyala Api Islam karya Muhammad Ridha sekaligus membagikan bingkisan. Kegiatan yang dikolaborasikan bersama penerbit Subaltern ini menghadirkan Narasumber seperti, Muhammad Natsir yang juga adalah Koordinator Presedium KAHMI Sulsel, Moch Hasymi Ibrahim seorang budayawan dan kolomnis, dan M. Asratillah direktur Profetik Institut dan intelektual muda Muhammadiyah di Sulsel. Pada kegiatan tersebut juga dibagikan banyak giveaway dari penerbit Subaltern dan opinia.id sebuah startup karya anak bangsa berbasi literasi.

Ketua umum HMI komisariat Perti Fajar, Fery berharap tahun depan akan bisa menyelenggarakan kembali sekaligus menggarap dengan lebih bagus.

” Tahun depan kami harap masih bisa menggelar FRP dengan lebih baik, sebagai awal saya kira sudah jadi permulaan yang baik,” harap Feri.

Feri dan Irwan. AR tak lupa menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendukung kegiatan baik lembaga maupun person.

“Saya tentunya tak lupa berterima kasih kepada kakak-kakak kami yang sudah membantu baik materi dan moril kepada kegiatan ini, semoga bantuan-bantuan itu bernilai ibadah apalagi di bulan suci Ramadan,” ungkap Feri.

Ia juga tak lupa berterima kasih kepada pengurus dan anggota HMI komisariat Perti Fajar yang ikut bekerja mensukseskan terselenggaranya kegiatan.

“Saya secara pribadi berterimakasih kepada banyak pihak, kepada kak Andri yang sudah membackup kegiatan ini sejak sebulan lalu dan mau direpotkan. Kepada kak Ulla dan kak Cacci selaku narasumber dan senior kami di presidium Kahmi juga Rijal Jamal dan Arsy Ketua Umum HMI Cabang Makassa,” ujar Irwan.AR.

Lanjut Irwan, terima kasih juga ditujukan kepada epada Opinia.id startup berbasi literasi yang menjadi karya asli anak bangsa, bung Muhammad Ridha yang melaunching bukunya di festival ini, penerbit Subaltern yang berkolaborasi atas diskusi buku. Pemkot Makassar untuk fasilitas tenda, kursi dan panggungnya, Dinas Kebudayaan atas fasilitas tempat, untuk media partner koran disway Sulsel dan suara insan cita, komunitas Kelana Artspace, Sanggar Seni Karampuang, para tenant yang berpartisipasi seperti Kondora Hijab, Dekkeng Artis, Able Eight, dan Tobaco cafe, serta Komunitas musisi KPJ Makassar.

“Tentunya yang paling penting ucapan terima kasih saya dan bangga saya bagi seluruh tim kecil saya yang bekerja sejak bulan lalu hingga saat ini, selamat berlebaran dan sampai jumpa tahun depan,” pungkas Irwan. AR. (#)


Comment