Kadispora Tanggapi Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Bone Soal Kewenangan

Kadispora Tanggapi Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Bone Soal Kewenangan

BONE, BERITA-SULSEL.COM— Menjadi salah satu tuan rumah dalam kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang, tentunya butuh persiapan matang sebelum giat dimulai. Kegiatan ini juga turut diatensi oleh DPRD Bone, melalui Ketua Komisi IV DPRD, Andi Muhammad Salam atau yang akrab disapa Lilo Ak.

Lilo Ak mengingatkan KONI dan Dispora agar memahami kewenangan masing-masing dan tidak menimbulkan kesan ada atasan juga bawahan. Hal ini penting menurut Lilo, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, apalagi jika terkait teknis kegiatan. Menanggapi itu, Kadispora, Andi Akbar, menyebut bahwa sepertinya Lilo Ak yang belum paham.

“Maaf mungkin ketua komisi 4 tidak paham bagaimana peran pemerintah dalam hal ini dispora. Tanpa kehadiran pemerintah daerah porprov tidak akan terlaksana dalam hal Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) berperan sebagai unsur pendukung pemerintah daerah yang membantu perencanaan, penganggaran, penyediaan fasilitas, serta koordinasi agar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berjalan sukses,” jelas Andi Akbar, melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/9/26).

Andi Akbar menambahkan peran utama Dispora dalam Porprov yaitu perencanaan dan Kebijakan dengan menyusun program kerja dan regulasi teknis keolahragaan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di daerah. Selanjutnya, penganggaran dan pendanaan dengan mengajukan dan mengelola alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung persiapan hingga penutupan acara.

Peran berikutnya yaitu penyediaan sarana dan prasarana dengan menyiapkan, merawat, dan memfasilitasi gedung atau arena pertandingan (venue) yang memenuhi standar. Kemudia pembinaan atlet dengan membantu memfasilitasi pemusatan latihan daerah (puslatda) bagi atlet lokal yang akan bertanding. Terakhir, koordinasi dan kerjasama menjadi mitra pemerintah dan induk organisasi olahraga dalam memastikan kelancaran logistik serta pengawasan acara.

“Kalau terkait tehnik dari masing-masing cabang olahraga itu menjadi tanggungbjawab KONI. Ketua Komisi 4 harus bisa membedakan mana porprov mana pembinaan cabor. Sukses tidaknya porprov terletak dari peran dari pemerintah. Kalau mengenai latihannya, itu bagiannya KONI. Akan tetapi kami juga dispora membentuk tim pemantau ke semua cabor untuk memastikan bahwa apa yang disampaikan cabor ke KONI mengenai jumlah atlet, jadwal latihan, tempat latihan, betul-betul valid. Bagaimana mau terlaksana dengan baik kalau pemerintah tidak terlibat didalamnya,” bebernya.

Terpisah, Ketua KONI, Asiswa Karim, justru enggan menanggapi pernyataan Lilo Ak karena menurutnya itu hanya sekedar peringatan bagi pihak KONI dan Dispora. Asiswa lebih tertarik membahas kesiapan Porprov yang semakin dekat namun masih ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Diantaranya kesiapan venue untuk tiap cabang olahraga serta ketersediaan uang transportasi dan uang makan bagi atlet yang akan bertanding pada Porprov nanti.

“Waktu semakin dekat, kita bisa kerja efektif dalam satu bulanan. Semoga saja dananya ada untuk membenahi beberapa venue khususnya yang sudah rusak seperti tower untuk panjat dinding, toilet di GOR serta perbaikan area menembak. Juga dana atlet untuk transportasi mereka, termasuk uang makan dan uang saku kalau ada,” ujar Asiswa.

Asiswa juga berharap waktu yang tersisa bisa dimaksimalkan untuk kesiapan cabor. Dalam Porprov nanti, rencananya pertandingan akan berlangsung di dua lokasi yakni di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sebelum bertanding, semua atlet baik dari Bone maupun dari luar daerah Bone pasti akan tes arena.

“Alangkah tidak enaknya itu kalau mereka datang mau tes-tes sementara venue ternyata belum siap,” tutupnya.


Comment