Uang Nasabah Rp71 Juta Hilang di Rekening, Pinca BRI Bone Minta Maaf

Pinca BRI Bone, Ely Sanjoyo memberikan penjelasan terkait uang Hartina, warga Kelurahan Toro Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone yang hilang, Kamis, (1/12/2022). Foto : Eka Handayani / berita-sulsel.com

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Nasib malang menimpa Hartina, warga Kelurahan Toro Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Kamis, (1/12/22), sekitar pukul 13.00 Wita, uang sebesar Rp71.834.244 tiba-tiba hilang dari rekeningnya.

Dengan wajah panik, Hartina memperlihatkan aplikasi BRImo di handphonenya yang memperlihatkan transaksi uang keluar sebanyak 2 kali ke rekening yang tidak diketahui. Transaksi pertama Rp71.816.244 pada pukul 13.03 dan transaksi kedua sebanyak Rp180.000 pada pukul 13.06.

“Orangnya mengaku dari BRI, minta dicocokkan kode OTP, tiba-tiba ada uang keluar itu yang Rp71 juta lebih”, ungkapnya dengan nada gemetar.

Hartina kemudian mendatangi BRI Unit Bajoe untuk mempertanyakan kenapa ada transaksi di akun BRImonya. Namun pihak BRI tak menjelaskan apa-apa dan tidak memberi petunjuk.

“Saya tanyakan kenapa begini, terus saya perlihatkan ini akun BRImo, tapi kepala unitnya bilang, uangnya sudah hilang. Saya bilang lagi, berarti ini aplikasi tidak aman, dan kepala unitnya bilang lagi kalau itu salah nasabah, jadi saya pulang”, tutur Hartina.

Merasa tidak puas dengan respon Kepala Unit BRI Bajoe, Hartina kemudian mendatangi Kantor BRI Cabang Bone, sekitar pukul 18.15 Wita. Hartina diarahkan menyampaikan aduan melalui panggilan telepon ke Call Center BRI, 14017. Setelah menyampaikan kronologisnya, Hartina pun dimintai kartu identitas agar akun BRImonya bisa diblokir oleh pihak BRI.

Saat masih berinteraksi dengan pihak BRI melalui telepon, Pinca BRI Bone, Ely Sanjoyo, datang sekitar pukul 18.30 Wita, dan meminta penjelasan tentang kejadian yang dialami Hartina. Ely mengatakan dirinya memang selalu mewanti-wanti nasabah agar tidak menjadi korban penipuan.

“Ini ibarat rumah, ada orang datang minta kunci untuk masukkan barang, ketika diberi kunci bisa masuk leluasa dalam rumah. Nah ini kode OTP yang jadi kuncinya, jadi kejadiannya bisa cepat sekali, hitungan detik”, jelas Ely.

Terkait sikap Kepala Unit BRI Bajoe yang terkesan tidak peduli dan lambat memberi respon, Ely meminta maaf. Ely juga menyampaikan rasa prihatin terhadap Hartina dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Sayangnya, pihak BRI seolah tak berdaya dengan kasus mudahnya nasabah kehilangan uang puluhan juta tersebut. Aplikasi yang ada dianggap lemah sehingga bisa dengan mudah dibobol orang.

“Kami turut prihatin, itu kan nomor rekening bukan rekening sini, di pusat sudah mendata dan pasti akan diinfokan by system, dari pihak BRI pasti akan mencari lokasi penerima, tapi umumnya ketika ditemukan, orangnya sudah tidak disitu. Itu diluar kontrol kami, kami minta maaf atas sikap teman kami yang kurang bagus, pasti kami tegur”, terangnya.

Hartina sendiri hanya bisa pasrah mengingat uang rekeningnya yang hilang hanya dalam hitungan menit. Setelah akun BRImo diblokir, Hartina berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. (eka)


Comment