MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Komisi D DPRD Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri Percontohan PAM Makassar, Selasa (8/7) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait minimnya transparansi dalam Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2025.
Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, memimpin langsung sidak ini. Ia menyebut banyak aduan yang masuk, terutama mengenai proses penerimaan siswa di jalur-jalur khusus.
“Banyak laporan yang masuk ke kami, terutama soal transparansi jalur penerimaan siswa. Maka saya turun langsung ke SD Negeri Percontohan PAM Makassar untuk memastikan langsung di lapangan,” kata Ari, Rabu (9/7).
Namun, sidak ini belum membuahkan hasil maksimal. Pihak Komisi D tidak dapat mengecek data penerimaan secara langsung karena Kepala Sekolah sedang mengikuti pelatihan.
“Kami sebenarnya ingin mengecek data penerimaan siswa di jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Tapi karena kepala sekolah tidak ada, kami hanya bisa mengantongi data awal untuk pemeriksaan acak selanjutnya,” jelasnya.
Ari Ashari Ilham menyayangkan hal ini. Menurutnya, sebagai sekolah percontohan, SD PAM seharusnya menjadi panutan dalam hal transparansi dan keterbukaan informasi.
“Dari sistem aplikasinya, seharusnya data penerimaan bisa terbuka dan divalidasi publik. Kalau tidak transparan, ini akan menimbulkan pertanyaan. Padahal sekolah percontohan seharusnya memberi contoh terbaik, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Pihak Komisi D berjanji akan kembali mengunjungi sekolah tersebut untuk memverifikasi lebih lanjut dan memastikan tidak ada kecurangan, terutama pada jalur afirmasi dan mutasi domisili yang rentan disalahgunakan.
“Kami tidak ingin ada celah yang bisa disalahgunakan. Jalur afirmasi harus benar-benar menyasar siswa yang layak secara sosial dan ekonomi. Demikian juga dengan mutasi domisili, jangan sampai disusupi data fiktif,” ujar Ari.
Selain SD PAM, Komisi D juga telah mengevaluasi pelaksanaan PMB di tingkat SMP menyusul keluhan masyarakat terkait ketidakmerataan distribusi siswa. Ari Ashari Ilham menegaskan pihaknya akan terus mendorong Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk memperkuat pengawasan dan membuka data penerimaan siswa secara real-time.
Comment