Legislator Makassar Siap Dukung Program Sanggar Merah Putih

Andi Makmur Burhanuddin menghadiri Mubes XI Sanggar Merah Putih Makassar di Rumah Kecil Antang.

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin (AMB), berkomitmen penuh untuk mendukung program pengembangan seni dan budaya di Kota Daeng. Ia menegaskan kesiapannya mengawal berbagai agenda strategis Sanggar Merah Putih Makassar (SMPM) agar dapat bersinergi dengan program Pemerintah Kota.

Politisi yang akrab disapa Noval ini menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) XI SMPM di Rumah Kecil Antang, Selasa (30/6/2026). Sebagai mantan Ketua Umum SMPM, Noval melihat sanggar legendaris ini memiliki potensi besar sebagai laboratorium lahirnya seniman dan pegiat budaya berkualitas. Oleh karena itu, ia mendorong SMPM untuk kembali aktif menghadirkan kegiatan kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Potensi yang dimiliki Sanggar Merah Putih sangat besar. Oleh karena itu, Insya Allah saya siap mengawal program-programnya agar bisa bersinergi dengan pemerintah kota,” ujar Noval optimis.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara komunitas seni dan pemerintah menjadi kunci utama untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Makassar.

Ale Deep Kembali Pimpin Sanggar Merah Putih

Dalam forum Mubes XI tersebut, dinamika organisasi berjalan dengan sangat dinamis namun tetap harmonis. Hasilnya, seluruh peserta mubes secara aklamasi kembali mempercayakan posisi Direktur Eksekutif SMPM periode 2026–2028 kepada Kaimuddin, atau yang akrab dengan sapaan Ale Deep.

Setelah merampungkan agenda pemilihan, para kader dan senior sanggar langsung menggelar tradisi tudang sipulung (duduk berkumpul). Momentum ini menjadi ruang hangat untuk bertukar gagasan mengenai arah masa depan organisasi.

Dalam diskusi tersebut, salah seorang pendiri SMPM, Yudistira Sukatanya, memberikan catatan penting. Ia mendorong pengurus baru agar mulai memperkuat kehadiran sanggar di ruang digital. Langkah ini sangat krusial sebagai bentuk adaptasi nyata terhadap perkembangan zaman.

Selain melahirkan nakhoda baru, acara ini juga menyuguhkan penampilan seni yang memukau. Penonton menikmati pembacaan puisi dari Djamal Dilaga dan Irwan AR, serta penampilan dongeng yang memikat dari Etty. Kehadiran para maestro ini menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga eksistensi Sanggar Merah Putih yang telah mewarnai ruang budaya Makassar sejak tahun 1974.(#)


Comment