PANGKEP, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar terus memperkuat upaya membangun desa mandiri yang berbudaya Keamanan Pangan. Langkah nyata ini terlihat saat BBPOM Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa di Desa Padanglampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan tahun 2026 yang menempatkan Kabupaten Pangkep sebagai lokus intervensi utama.
Melalui Bimtek ini, BBPOM Makassar bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Alhasil, warga desa dapat mewujudkan penyediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi secara mandiri di lingkungan mereka.
Acara penting ini menghadirkan Kepala Desa Padanglampe selaku Ketua Tim Keamanan Pangan Desa, beserta seluruh anggota tim. Selain itu, sebanyak 20 perwakilan komunitas yang mencakup unsur masyarakat, sekolah, hingga keluarga turut ambil bagian. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan komitmen kuat untuk membangun sistem keamanan pangan yang berkelanjutan, mulai dari skala rumah tangga hingga tingkat komunitas yang lebih luas.
Apresiasi Pemerintah Desa dan Komitmen Bersama
Kepala Desa Padanglampe, Andi Parenrengi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh dari BBPOM di Makassar. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warganya.
“Kegiatan ini sangat bagus. Oleh karena itu, saya berharap peserta dapat meneruskan ilmu yang mereka peroleh kepada masyarakat luas. Dengan demikian, kita bisa menciptakan budaya sadar keamanan pangan di seluruh lingkungan Desa Padanglampe,” ujar Andi Parenrengi penuh optimisme.
Ketua Tim Program Prioritas Nasional (Pro PN) BBPOM di Makassar, Hamka Hasan, membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Hamka menegaskan bahwa urusan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus berawal dari lingkungan keluarga.
“Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pangan sehat. Oleh sebab itu, kami membekali peserta dengan informasi praktis tentang cara memilih, mengolah, menyimpan, dan menyajikan pangan yang aman. Langkah ini penting untuk mencegah risiko cemaran berbahaya pada produk pangan,” jelas Hamka.
Kader Desa Jadi Agen Perubahan
Menariknya, para Kader Keamanan Pangan Desa langsung mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan dari sesi micro teaching sebelumnya. BBPOM Makassar merancang kader-kader ini untuk menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi warga dan menggerakkan praktik keamanan pangan di lingkungan sekitar.
Salah satu kader keluarga Desa Padanglampe, Nuraeni, menekankan pentingnya formula khusus dalam menjaga mutu makanan di rumah. Ia mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu menerapkan Lima Kunci Keamanan Pangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus menerapkan Lima Kunci Keamanan Pangan setiap hari. Sebagai ibu rumah tangga, kita bisa memulainya dari dapur sendiri dengan menjaga kebersihan, mengolah pangan secara benar, serta memastikan makanan yang tersaji aman untuk keluarga,” tutur Nuraeni.
Selanjutnya, BBPOM di Makassar berharap kegiatan ini melahirkan sinergi yang kokoh antara pemerintah desa, kader, dan seluruh elemen masyarakat. Edukasi ini tidak boleh berhenti di ruang pelatihan, melainkan harus terus menyebar secara berkelanjutan. Pada akhirnya, perubahan perilaku sederhana dari dapur rumah tangga ini akan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Comment