MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Kali ini, sebanyak 15 produk inovasi Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memperoleh izin edar dari BPOM. Langkah strategis ini membuka jalan lebar bagi hasil penelitian kampus untuk segera memasuki dunia industri dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Ia menilai dukungan penuh dari BPOM menjadi faktor kunci yang menjembatani riset akademik menuju produk komersial yang siap pakai.
“Terima kasih banyak Prof. Taruna Ikrar. Konsep ABG (Academia, Business, Government) yang terus didorong BPOM telah memberikan arah baru bagi pengembangan inovasi di perguruan tinggi,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa di Makassar.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa kolaborasi erat ini menyelamatkan hasil riset agar tidak sekadar mandek di laboratorium. Sebaliknya, produk-produk tersebut kini memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus membawa maslahat bagi publik.
Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia memerlukan lompatan besar untuk menjadi negara maju. Oleh karena itu, insan akademis tidak boleh hanya bertumpu pada publikasi ilmiah semata. Kampus harus mampu melahirkan inovasi yang terstandardisasi, memiliki izin resmi, terbitan industri, dan terjangkau oleh masyarakat luas.
Menurut Taruna, konsep ABG merupakan model kolaborasi ideal yang mempertemukan tiga kekuatan utama. Perguruan tinggi bergerak sebagai pusat riset, dunia usaha bertindak sebagai mitra hilirisasi, dan pemerintah hadir sebagai regulator sekaligus fasilitator. Melalui pendekatan sistematis ini, proses inovasi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
“BPOM tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi akselerator inovasi nasional. Kami memberikan pendampingan regulatori agar produk anak bangsa memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu sehingga mampu bersaing di pasar global,” kata Taruna Ikrar dengan optimis.
Lebih lanjut, Taruna menjelaskan bahwa penerbitan izin edar produk inovasi Unhas ini menjadi bukti autentik keberhasilan sinergi lintas sektor. Langkah ini juga memperkuat kemandirian industri kesehatan, obat, kosmetik, dan pangan di dalam negeri.
Ke depan, BPOM berkomitmen untuk terus memperluas jalinan kerja sama dengan berbagai kampus di seluruh Indonesia. Ekosistem inovasi yang kuat ini mengakar pada visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat riset, hilirisasi teknologi, serta mendongkrak daya saing industri berbasis sains
Comment