Urai Kemacetan dan Jukir Liar, Pemkot Makassar Siapkan Gedung Parkir Percontohan di Boulevard hingga Karebosi

Urai Kemacetan dan Jukir Liar, Pemkot Makassar Siapkan Gedung Parkir Percontohan di Boulevard hingga Karebosi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kota Makassar terus bergerak cepat menyelesaikan persoalan juru parkir liar dan kemacetan yang kerap memicu kekesalan warga. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi konkret melalui sistem perparkiran yang tertib, aman, dan modern.

Sebagai langkah awal, Pemkot Makassar menggandeng Perumda Parkir Makassar Raya untuk menyiapkan opsi penataan perparkiran terpadu. Pihaknya mengkaji tiga titik vital ekonomi, yaitu kawasan Jalan Boulevard dan Pengayoman di Kecamatan Panakkukang, area Ramayana AP Pettarani, serta kawasan Karebosi di Kecamatan Ujung Pandang.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menyampaikan langsung rencana strategis tersebut saat bertemu Wali Kota Makassar di kantor Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026).

“Salah satu rencana yang kita usulkan ialah pembangunan gedung parkir khusus kendaraan roda dua di Jalan Boulevard, tepatnya di samping Hotel Denpasar,” ujar ARA di hadapan Wali Kota.

Oleh karena itu, Perumda Parkir berencana merenovasi bangunan ruko eksisting menjadi gedung parkir dua lantai. Selanjutnya, pengelola akan mengarahkan sepeda motor menuju lantai dua. Sementara itu, ruang bawah tetap berfungsi secara teknis serta menjaga kelancaran sistem drainase kawasan.

Namun demikian, ARA mengakui bahwa rencana ini masih memerlukan koordinasi intensif bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain menyangkut aspek teknis dan legalitas aset, pihaknya juga terus menghitung kelayakan finansial serta perizinan gedung.

“Jika terealisasi, gedung parkir ini kita harapkan dapat mengurangi parkir di badan jalan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendukung penataan kawasan bisnis perkotaan,” tuturnya.

Selain membangun gedung parkir, Perumda Parkir turut mengusulkan penataan median jalan di sepanjang koridor Jalan Boulevard dan Jalan Pengayoman. Langkah ini bertujuan untuk memperjelas arus lalu lintas, membatasi akses jalan liar, serta mempercantik estetika kota.

Di samping itu, Perumda Parkir juga membidik kawasan Ramayana di Jalan A.P. Pettarani sebagai kantong parkir terpusat. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menampung kendaraan warga saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Boulevard. Dengan demikian, pengunjung tidak lagi memarkir kendaraan secara sembarangan di bahu jalan.

“Kehadiran kantong parkir terpusat diharapkan mampu mendukung kelancaran kegiatan masyarakat, mengurangi kepadatan kendaraan, serta membuka peluang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambah ARA.

Tidak berhenti di situ, kawasan Karebosi yang berada di jantung kota juga menjadi prioritas revitalisasi. Perumda Parkir akan melengkapi kawasan strategis ini dengan sistem parkir elektronik (e-parking) dan pengawasan terpadu.

Guna memuluskan rencana besar ini, Perumda Parkir kini tengah merampungkan studi kelayakan investasi, pemetaan lokasi, serta skema pembiayaan. Melalui langkah terintegrasi ini, Pemkot Makassar optimistis mampu menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh warga kota.


Comment