Mendiktisaintek Dukung Vokasi BPOM, Prof Brian dan Prof Taruna Siap Peluncuran Bersama

Mendiktisaintek Dukung Vokasi BPOM, Prof Brian dan Prof Taruna Siap Peluncuran Bersama,

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mendukung penuh rencana pembentukan Program Vokasi Pengawasan Obat dan Makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di bawah kepemimpinan Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menginisiasi program strategis tersebut.

Dukungan kuat ini mengemuka saat kedua pimpinan lembaga bertemu di Kantor Pusat BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Pertemuan ini memperkuat sinergi antara Kemendiktisaintek dan BPOM, terutama dalam pengembangan pendidikan vokasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengawas obat dan makanan.

Bahkan, Prof. Brian Yuliarto menunjukkan komitmen tinggi dengan berinisiatif meluncurkan (launching) program vokasi ini secara bersama-sama dengan Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar. Inisiatif tersebut mencerminkan kesamaan visi kedua lembaga untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga profesional siap pakai.

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, menyambut positif dukungan penuh dari Mendiktisaintek. Menurutnya, pengembangan vokasi pengawasan obat dan makanan menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga pengawas ahli yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi laboratorium, keamanan pangan, farmasi, serta sistem regulasi modern. Oleh karena itu, program ini akan melahirkan SDM kompeten yang mampu menguasai digitalisasi pengawasan, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan inovasi bidang obat maupun pangan.

Selain itu, pengembangan pendidikan vokasi ini membuka peluang kerja sama luas dengan berbagai perguruan tinggi. Melalui langkah ini, BPOM menyelaraskan kurikulum kampus dengan kebutuhan nyata pengawasan di lapangan. Gagasan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dosen dan ahli BPOM dalam penelitian serta pengajaran.

Selanjutnya, program vokasi ini berjalan sejalan dengan agenda hilirisasi riset dan inovasi nasional melalui pendekatan Academia, Business, and Government (ABG). Oleh sebab itu, BPOM terus mendorong sinergi antara kampus, dunia usaha, dan pemerintah agar hasil riset memberikan kontribusi langsung bagi perlindungan masyarakat serta daya saing industri nasional.

Di samping itu, dukungan Kemendiktisaintek turut mensukseskan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar penguatan SDM, penguasaan sains-teknologi, dan peningkatan pelayanan publik.

Ke depan, BPOM dan Kemendiktisaintek akan mempercepat penyusunan kurikulum, penyiapan kelembagaan, serta penyediaan tenaga pengajar. Peluncuran bersama mendatang menjadi tonggak penting dalam menyiapkan SDM regulator yang profesional dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.


Comment