
TAKALAR, BERITA-SULSEL.COM – Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Takalar semakin dekat. Tensi perpolitikan pesta demokrasi yang diikuti dua pasangan calon ini pun semakin memanas, baik dari tingkat masyarakat hingga tingkatan elit.
Kali ini, Dg. Tola yang merupakan tim pemenangan salah satu pasangan calon di Polombangkeng Utara (Polut), tepatnya di Desa Lantang mengalihkan dukungannya yang sebelumnya dari pasangan calon nomor urut dua Syamsari-Achmad Dg Se’re beralih mendukung pasangan nomor urut satu H.Burhanuddin Baharuddin-H.Natsir Ibrahim.
Bahkan, pengalihan dukungan ini ditandai dengan aksi Dg. Tola dibantu warga lainnya menurukan baliho SK-HD (Syamsari-H.Achmad Dg Se’re) yang telah lama terpasang di dalam pekarangan rumahnya diganti dengan baliho bergambar Bur-Nojeng (H.Burhanuddin Baharuddin-H.Natsir Ibrahim).
Pengalihan dukungan serta penurunan baliho ini berawal ketika anggota DPRD Sulsel yang juga ketua tim manajemen pemenangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga melakukan reses di Polut.
FR sapaan akrab Fachruddin Rangga usai melakukan reses langsung dipanggil ke rumah Dg. Tola untuk bersilaturahmi. Disinilah moment dukungan ini dialihkan ke Bur-Nojeng yang dianggap programnya telah terbukti utntuk masyarakat Kabupaten Takalar.
“Kami selaku tuan rumah secara tegas menyatakan bahwa penurunan baliho ini atas keinginan sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun. Ini bukan pesoalan kekecewaan. Ini persoalan karena memang programnya nomor urut satu sudah terbukti,” jelasnya.
Dg, Tola menyampaikan dirinya memiliki banyak pendukung setia yang akan siap untuk memenangkan Bur-Nojeng pada hari pencoblosan nantinya.
“Saat saya masuk jadi calon kepala desa, ada 400 suara murni saya. Untuk itu saya minta pendukung saya ini untuk mendukung pasangan nomor urut satu. Kalaupun ini terekspos keluar, saya kembali tegaskan bahwa ini bukan persoalan kekecewaan ataupun dendam, tapi ini dari hasil kajian dari apa program yang disampaikan calon,” tegasnya.
Comment