Oknum Kepsek SMA I Bajo Luwu Dinilai Mencoreng Dunia Pendidikan

Oknum Kepsek SMA I Bajo Luwu Dinilai Mencoreng Dunia Pendidikan

LUWU, BERITA-SULSEL.COM- Terkait adanya dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri I Bajo, Luwu, Sulawesi Selatan terhadap siswanya, pemerhati pendidikan angkat bicara.

Menurut Pemerhati Pendidikan Sulawesi Selatan, Mirdan Middin kepada BERITA-SULSEL.COM via telepon Jumat siang (3/3/17), dalam dunia pendidikan, khususnya saat ini sangat tidak dibenarkan tenaga pendidik melakukan cara-cara kekerasan dalam mendidik para anak didik, khususnya dalam lingkungan sekolah, yang dimana menurutnya juga akan menimbulkan dampak negatif terhadap siswa, khususnya korban, bahkan dapat menimbulkan trauma pada siswa tersebut.

Baca Juga : Pembagian Lods di Pasar Bua Luwu Rancu

Lebih jauh, Mirdan mengatakan dirinya sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan dalam lingkungan sekolah, khususnya seperti pada kasus yang menimpa siswa kelas 2 SMA Negeri I Bajo, Muh. Ifnuh Hamdan Jabir (16) yang diduga mengalami tindakan kekerasa oleh oknum Kepala SMA I Bajo, Idham, dengan cara dilempar kursi plastik saat kedapatan tidur di ruang kelas saat menunggu pergantian guru mata pelajaran.

Baca Juga : Dihantam Kursi oleh Kepsek, Siswa SMA Bajo Luwu tak Mau Lagi Bersekolah

“Sudah tidak dibenarkan, itu pelanggaran berat dan tindakan kriminal, ini juga tentunya mencoreng nama baik dunia pendidikan, jadi sebaiknya pihak dinas pendidikan untuk secepatnya merespon dan mengambil tindakan yang memang dipandang perlu nantinya, “ujarnya.

Selain itu, Mirdan juga mengharapkan kejadian yang menimpa Muh. Ifnuh Hamdan Jabir menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi, apalagi membuat siswa tersebut takut bersekolah dan putus sekolah.

Baca Juga : Kadisdik Luwu Ancam Mutasi Oknum Guru yang Melukai Siswanya

“Kita berharap hal-hal seperti ini tidak terulang lagi. Kekerasan fisik dan mental tidak boleh lagi terjadi, dampaknya sangat merugikan, “tambah Mirdan Middin yang juga masih aktif sebagai tenaga pendidik dibeberapa lembaga pendidikan di Kota Makassar. (zadly)


Comment