Golkar Condong Usung Paket Danny-Aru di Pilwalkot Makassar

Golkar Condong Usung Pasangan Danny-Aru di Pilwalkot Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Partai Golongan Karya (Golkar) telah mengeluarkan rekomendasi kepada Nurdin Halid – Azis Kahar Musakkar sebagai pasangan calon Gubernur Sulsel dan Andi Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle sebagai pasangan calon Bupai Bone 2018 mendatang.

Namun, soal usungan Partai Golkar pada Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 mendatang masih menjadi misteri. Dua kader partai berlambang beringin yang sebelumnya massif melakukan sosialisasi yakni Farouk M Betta dan Rusdin Abdullah belum medapatkan kepastian untuk diusung.

Bahkan, Partai Golkar membuka peluang bagi dua kadernya lainnya yakni Rahman Pina dan Andi Nurman serta lima non kader yakni Husain Abdullah, Syamsu Rizal, Rachmatika Dewi, Moh Ramdhan Danny Pomanto dan Irman Yasin Lipo masuk dalam bursa calon usungan yang akan diajukan ke DPP.

Namun, dalam berbagai kesempatan Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid dengan gamblang menginginkan petahana Danny Pomanto untuk berpasangan dengan Aru sapaan akrab Farouk M. Betta yang merupakamn Ketua DPD II Partai Golkar Makassar.

Danny daianggap sebagai calon yang memiliki tingkat elektabilitas unggul dari sejumlah figur lainnya. Sehingga jika Danny berpaket dengan kader Golkar, maka peluang menangnya bisa lebih besar lagi.

Bahkan saat pelantikan Aru sebagai ketua Golkar Makassar, Ketua umum DPP Golkar Setya Novato yang hadir saat itu sudah memberikan sinyal agar paket Danny-Aru dapat menyatu. Hanya saja kata Kadir Halid, jika hal tersebut bulat mendapatkan persetujuan dari Danny Pomanto, maka pihaknya akan langsung memaketkan kandidat profesional dan politisi tersebut.

“Kemarin waktu pelantikan (DPD II Golkar Makassar) ketua umum (Setya Novanto) sendiri yang mengatakan kalau incumbent-nya (Danny Pomanto) mau apa salahnya (Danny-Aru),” kata Kadir Halid beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Danny pun memberikan respon keinginannya untuk disusung Partai Golkar. Namun, alumni Teknik Unhas ini tidak ingin cepat-cepat menentukan siapa pasangannya.

“Syukur Alhamdulillah, kemarin memang sebelum penetapan Golkar Makassar menghubungi saya. Soal penentuan wakil nanti akan saya tentukan pada injury time, karena menentukan wakil itu mesti mempertimbangkan berbagai faktor,” kata Danny Selasa (4/7/2017).

Masuknya nama Danny dalam calon usungan Partai Golkar merupakan usulan dari Aru yang diberikan kewenangan untuk menjaring figur eksternal dari Golkar satu orang. Ia pun memilih Danny.

Senin, (17/7/2017) Danny Pomanto dan Aru akan bersama-sama mengikuti seleksi tes wawancara di kantor DPD I Golkar Sulsel. Jadwal keduanya disampaikan Juru Bicara Tim 9 DPD I, Subhan Djaya Mappaturung, Minggu (16/7/2017).

Subhan menambahkan, pelaksanaan tahapan tes wawancara tak bupati/walikota akan berakhir Selasa, 18 Juli 2017. Selanjutnya Tim 9 akan menggelar rapat pleno pada 25 Juli.

“Hasil rapat pleno nanti akan mengirim maksimal 5 nama ke DPP untuk ditetapkan rekomendasi usungan baik itu pilkada bupatimaupun wali kota se-Sulsel,” jelasnya.

Adapun mereka yang akan diusung nanti, kata Subhan, didasarkan pada hasil survei, rekam jejak, kompetensi calon, dan komitmen membesarkan Partai Golkar sebagai alat perjuangan.

Terpisah, pengamat politik Universitas Bosowa 45, Arief Witjaksono menyampaikan usungan Partai Golkar akan sulit ditebak saat awal-awal Pilkada khususunya di Kota Makassar.

Mengenai peluang figur yang akan mengendarai Golkar, itu akan muncul dalam dua fase. Fase pertama, Golkar akan menunggu hasil survei terhadap calon internal dan eksternalnya, siapa yang paling dikehendaki masyarakat, tentunya itulah yang akan diberikan kunci,“ jelas Arief.

“Fase kedua ketika hasil survei sudah ada, maka tahap berikutnya adalah memainkan kombinasi atau simulasi figur berdasarkan hasil survei dan juga komitmen koalisi yang dibangun Golkar dengan partai politik lain,“ lanjut Arief.

Kara dia, kedua fase ini dilakukan karena tidak seperti Pilgub Sulsel, di Pilwali Makassar Golkar dan partai lain tidak ada yang bisa mengusung sendiri calonnya.


Comment