GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Penyakit campak dan measles rubella (CMR) maupun sejumlah jenis penyakit lainnya yang kerap kali mewabah di masyarakat semuanya patut diwaspadai.
Penyakit tersebut bisa saja berdampak fatal hingga berujung pada kematian. Alasan itu, pemerintah kemudian mengeluarkan policy yang mengharuskan dilakukan imunisasi campak dan measles rubella terhadap anak-anak usia 9 – 15 tahun yang bertujuan agar anak-anak dapat terhindarkan dari serangan virus campak dan rubella.
Khusus di Kabupaten Gowa, Dinas Kesehatan bersama jajarannya di puskesmas sedang melakukan imunisasi campak dan measles rubella di sekolah-sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gowa, Hasanuddin Tahir mengatakan, proses imunisasi ini sudah dilaksanakan sejak 1 Agustus hingga akhir Agustus di semua sekolah yang ada di daerah ini. Sedang pada September untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Puskesmas dan Posyandu.
“Imunisasi campak dan measles rubella ini bukan tanpa alasan. Penyakit measles rubella dan campak adalah infeksi virus menular namun dapat dicegah dengan cara imunisasi,” kata kadis.
Ditanya soal adanya pro kontra terhadap pelaksanaan imunisasi campak dan measles rubella menyangkut halal tidaknya imunisasi ini menurut dr Hasanuddin, Pemkab tetap melanjutkan imunisasi tersebut ke semua sekolah.
“Meski belum ada info dari provinsi dan pusat, kita di Gowa tetap lanjut. Sebab Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak (measles) dan pengendalian penyakit Rubella (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020. Salah satu strateginya dengan melaksanakan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella,” kata Hasanuddin.
Terpisah, Ketua Shiha Care Communty Indonesia/dosen STIK Famika Makassar dan Peneliti Penyakit di bidang penyakit Menular, Sapriadi Saleh mengatakan mendukung untuk dilaksanakan Kampanye Imunisasi MR ini.
“Ya, pastilah ada kekuatiran apalagi pasca imunisasi kerap terjadi rasa nyeri, kesemutan, kemerahan serta demam. Baiknya petugas kesehatan yang menangani program tersebut dapat menjelaskan dan menginformasikan kepada masyarakat secara baik, jelas dan tuntas. Sehingga masyarakat tidak dibuat kuatir akan efek tersebut,” ujarnya. (an).
Comment