BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Kestabilan ekonomi ditengah wabah pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi cukup menyita perhatian seluruh kalangan. Dampak besarnya telah mempengaruhi kondisi perekonomian secara global.
Situasi seperti ini tentunya memberi kepanikan tersendiri pada masyarakat, bahkan dengan adanya imbauan pemerintah dan fatwa para ulama agar tetap dirumah saja untuk memutus mata rantai Covid-19 merupakan sebuah kebijakan tepat.
Namun imbauan tersebut tidak bisa dijalankan dan dipatuhi secara utuh seluruh lapisan masyarakat, seperti Daeng becak misalnya yang setiap hari harus berjuang mengayuh becaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Drs Jumasse Basra, mengatakan bahwa agenda dilaksanakan oleh Unismuh Bulukumba ini dalam bentuk pembagian sembako kepada Daeng becak dan masyarakat miskin.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil sekaligus sedikit meringankan beban dari mereka yang secara langsung merasakan dampak dari Covid 19.
Sang rektor pun berharap bukan hanya karena adanya covid 19 tapi ini sudah menjadi bagian dari kewajiban dari kampus Unismuh Bulukumba, sebagai kampus Muhammadiyah yang menjunjung tinggi teologi Al Maun.
Irfan selaku penanggungjawab kegiatan menambahkan “UMB Berbagi” dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 April 2020 dimulai pukul 13.30 di Kampus I Unismuh Bulukumba.
“Sekitar 200 paket sembako akan diserahkan pada daeng becak dan para fakir miskin dan sekaligus penempelan stikker dimasing-masing becak yang bertuliskan “UMB Berbagi” Universitas Muhammadiyah Bulukumba Peduli Covid 19,” paparnya.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari seluruh civitas akademika Unismuh Bulukumba, terdiri dari semua pimpinan, dosen dan karyawan terlibat langsung menyumbang dalam kegiatan ini baik secara pemikiran maupun materi.
Comment