Momentum Alfred Riedl untuk Menerjang Sejarah

Alfred Riedl
Alfred Riedl

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Semula, keputusan PSSI memanggil Alfred Riedl lagi usai kegagalannya pada Piala AFF 2014 menuai kritik. Mengapa kakek berusia 67 tahun itu kembali didaulat sebagai pelatih timnas?

Perlahan tapi pasti, Riedl membungkam kritikan itu. Dengan program persiapan yang matang, terlepas dari pembatasan pemain, juru taktik asal Austria itu memenuhi janjinya membawa Indonesia ke final sesuai yang ia ucapkan pada hari pertama diperkenalkan di kantor PSSI, Senayan (10/6/2016).

Riedl kini berhasil mengantar timnas ke partai puncak Piala AFF untuk kelima kalinya. Raihan ini pun menjadi momentum untuk menutup karier kepelatihannya dengan mencetak sejarah.

Tidak hanya untuk kejayaan pribadinya, yang belum pernah mempersembahkan gelar, tapi juga untuk kenikmatan pertama sebagai kampiun Piala AFF bagi Tim Merah Putih.

Sejak menapaki karier sebagai pelatih pada 1990 bersama timnas Austria, Riedl memang belum pernah merasakan madu juara. Prestasi terbaiknya hanya menjadi runner-up dalam beberapa ajang, termasuk Piala AFF bersama Vietnam (1998) dan Indonesia (2010).

Piala AFF 2016 ini pun dijadikan sebagai ajang terakhir yang dia ikuti sebagai pelatih. Usai AFF tahun ini, dirinya mengisyaratkan undur diri dari dunia kepelatihan.

“Saya sangat senang menandantangi kontrak dengan timnas Indonesia,” kata Riedl menjelang laga leg II kontra Vietnam.

“Tapi, kemungkinan saya akan resign walaupun hasilnya belum 100 persen. Usia saya sudah mencapai 67 tahun dan sudah waktunya untuk pensiun,” tuturnya.


Comment