
LUWU, BERITA-SULSEL.COM- Akibat menyantap makanan dari pesta lamaran di salah satu rumah warga, empat puluh tiga orang warga Dusun Polopadang, Desa Posi, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami keracunan makanan.
Dikarenakan terus mengalami sakit kepala, mual, muntah dan diare, para korban, Senin malam (27/2/17), langsung berbondong-bondong mendatangi Puskesmas Bua untuk mendapatkan pertolongan.
Dengan jumlah korban yang begitu banyak dan terus berdatangan, petugas medis di Puskesmas Bua, nampak kewalahan menangani para korban yang juga tak mau dirujuk ke tempat layanan medis lainnya.
Baca Juga : 678 Bidang Tanah di Luwu Bakal Mendapatkan Sertifikat Gratis
“Kalau kapasitas normalnya, Puskesmas ini hanya mampu melayani delapan orang pasien rawat inap, namun dikarenakan pasien memaksa dan bersedia tidur melantai, maka seluruh pasien keracunan kita layani dan tidak ada kita rujuk, semuanya kita rawat dengan baik, “ujar Kepala Puskesmas Bua, dr. Gunadi.
Baca Juga : Amru Saher Siap Maju 01 di Pilkada Luwu
Lebih jauh, Gunadi menjelaskan kalau pasien yang berdatangan ke Puskesmas, umumnya menderita sakit kepala, mual, muntah dan diare. “Korban keracunan yang kita rawat umumnya menderita pusing, mual, muntah-muntah dan diare, “jelasnya.
Menurut keluarga korban, Sarida (38) warga Dusun Polopadang, para warga yang menjadi korban keracunan umumnya menyantap makanan berupa Dangkot dari bahan daging ayam pada pesta lamaran di dusun mereka yang digelar sehari sebelumnya, Minggu (26/2/17).
Baca Juga : Bus RESKIY Terjungkal di Bua Luwu, 2 Penumpang Patah Tulang
“Kami curiga ini terjadi akibat Dangkot yang dikomsumsi para korban, karena semua korban mengaku memakan Dangkot, “ujar Sarida.
Selain orang tua, korban keracunan kali ini juga diantara adalah merupakan anak-anak, bahkan kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi di Kecamatan Bua, yang juga jumlah korbannya tidak sedikit.
Guna penyelidikan dan mengetahui penyebab keracunan, pihak kepolisian dari Polsek Bua telah mengambil sampel muntah korban, untuk selanjutnya dibawa ke laboraterium. (zad)
Comment