Isu Korupsi E-KTP, Partai Golkar Kembali Hadapi Ujian Berat

Zainal Bintang

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Terbongkarnya kasus korupsi e-KTP mengguncang perhatian publik. Perkara yang dianggap merugikan negara Rp2,3 triliun itu menyeret sejumlah nama besar dari partai politik, termasuk Parpol juga ikut disebut-sebut ikut menerima aliran dana e-KTP.

Salah satu partai besar yang diduga ikut menikmati aliran dana e-KTP adalah Partai Golkar. Bahkan, Ketua Partai Golkar, Setya Noyanto disebut dalam dakwaan jaksa KPK menerima uang korupsi sebesar Rp574,2 miliar atau 11 persen dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun.

Tokoh senior Partai Golkar, Zainal Bintang yang dihubungi berita-sulsel.com, Senin malam (20/3/2017) terkait isu korupsi yang menimpa partainya serta menyeret beberapa nama kader, termasuk Ketua Umum Setya Novanto.

Berikut kutipan wawancaranya :

Apa komentar anda ?
Sehubungan dengan berita kasus korupsi E KTP yang kini ditangani KPK, dimana sejumlah nama kader Golkar di sebut-sebut terlibat termasuk nama Setya Novanto yang juga Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR RI, hal ini merupakan ujian berat yang sedang dihadapi Partai Golkar.

Memang harus diakui dampak dari kasus e-KTP ini sangat sensitif di internal tubuh Partai Golkar.

Maksudnya ujian berat ?
Ya ujian kepada solidaritas kader, ujian terhadap ketangguhan leadership pemimpin puncak di Golkar, dan ujian juga terhadap kemampuan elite Golkar untuk menciptakan keberhasilan konsolidasi internal di seluruh Indonesia secepatnya.

Lalu bagaimana dengan adanya isu yang menghendaki diadakan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk mengganti Ketua Umum Setya Novanto?

Sepanjang yang saya dengar, itu masih terbatas disuarakan oleh segelintir kader. Dan jika masih disebut sebut saja tanpa fakta dan bukti, tidak ada ada dasar bagi kader Golkar yang bisa dipakai untuk “menggoyang” Setya Novanto.

Sementara dari level senior yang ada di Dewan Pakar yang diketuai Agung Laksono dan Dewan Pembina yang diketuai Aburizal Bakrie, sudah terdengar imbauan formal melalui jumpa pers, supaya isu tersebut oleh kader Golkar tidak dipolitisir untuk kepentingan pragmatis kelompok tertentu.

Namun, tentu saja yang akan memantik persoalan, adalah kalau Setya Novanto oleh pengadilan terbukti dengan dua alat bukti yang sah menerima uang hasil korupsi E- KTP.

Sebagai parpol besar yang sangat berpengalaman di jagad politik, memiliki banyak kader berkelas dan mumpuni, memiliki jaringan infrastruktur yang mapan, maka sangat wajar jika Golkar menjadi seksi secara politik, untuk digoyang-goyang, karena potensinya yang sangat besar sebagai jembatan emas guna memasuki wilayah kekuasaan eksekutif. Termasuk dalam ajang Pilpres 2019 yang akan datang.

Nah, atas dasar fakta saat ini, saya berani mengatakan Partai Golkar saat ini tengah menghadapi ujian berat,” tambah zainal

Permasalahan didepan mata kini, mampukah elite Golkar satu pandangan dan menjaga kekompakan di dalam merespons terpaan isu kasus korupsi E KTP yang merebak saat ini, demi menjaga agar kapal besar yang bernama Golkar tidak terpecah belah ?
Waktulah yang akan menjawab.

Penulis : Iwan Perwira


Comment