
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Bagi warga Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, bahkan di dunia pendidikan, nama Drs Andi Mustaman MM tidaklah asing. Tidak terkecuali di kalangan jurnalis, khususnya yang sehari-hari meliput kegiatan pendidikan.
Pria kelahiran Bone, 26 April 1961 meluai karirnya sebagai dosen lalu menjadi Pembantu Ketua STISIPOL 17 Agustus tahun 1986 hingga 1998. Setelah itu menjadi Ketua STISIPOL 17 Agustus tahun 1998 hingga 2007.
Tak hanya itu, alumni S2 UMI Makassar tahun 2003 ini juga pernah menjabat sebagai Ketua STIE Wira Bhakti Makassar tahun 2007 hingga 2009.

Andi Mustaman atau biasa disapa Aman memiliki mimpi dan cita-cita yang lebih besar dalam pengembangan dunia pendidikan dengan melihat semua anak bisa bersekolah hingga keperguruan tinggi.
“Jika semua anak bisa bersekolah hingga perguruan tinggi, pasti mereka bisa mengangkat derajat mereka menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya Andi Mustaman disela-sela kesibukannya melakukan menguji mahasiswa yang akan menyelesaikan studi tingkat strata satu di Kampus STIE Wira Bhakti Makassar, Jumat (16/6/2017).
Kata Aman, pendidikan merupakan proses yang inheren dalam konsep manusia, artinya manusia hanya dapat dimanusiakan melalui proses pendidikan. Sebab, tingkah laku proses pendewasaan peserta-didik merupakan objek dari ilmu pendidikan.
“Pada hakekatnya, pendidikan di dalam adanya pola struktur hubungan antara subyek dan obyek yaitu antara pendidik dan peserta didik,” ujar.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel tahun 2009 hingg 2014 ini berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Kopertis Wilayah IX Sulawesi sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Pendidikan pada pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) baru-baru ini.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr Ir Andi Niartiningsih, MP kepada Andi Mustaman selaku Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada bersama empat Ketua Yasayan Perguruan Tinggi Swasta se Sulawesi.
“Walau sesibuk apa pun itu, sebagai akademisi saya memiliki tangungjawab yang cukup besar dalam mendidik mahasiswa agar bisa menjadi pribadi yang baik,” ujarnya.
Untuk itu, jelas Andi Mustaman, mewujudkan Makassar menjadi kota terdidik, bukan hal yang mustahil. Hal ini akan dilakukannya jika niat menjadi Wali Kota Makassar 2018 mendatang mendapat dukungan dan restu dari masyarakat.
Bagi Andi Mustaman, menjadikan Makassar kota terdidik harus dimulai dari manusianya, sehingga mayarakat dapat hidup beretika, memiliki moral dan hidup saling memahami untuk dapat menciptakan toleransi.
“Prinsip kehidupan bermasyarakat ini berusaha kita transformasikan di masyarakat. Misalnya bagaimana program yang ditawarkan itu dapat mendidik masyarakat mikro. Karena masyarakat mikro inilah yang paling membutuhkan sentuhan. Maka dari itu pemerintahlah yang akan senantiasa hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah yang perlu dibangun, barulah kita berbicara mengenai makronya,” terangnya.
Lanjutnya, setelah itu bagaimana kita mampu menyentuh dan menyadarkan masyarakat. Dibutuhkan kejujuran untuk mewujudkan hal tersebut. Inilah yang penting ditanamkan. “Kita perlu ketahui bahwa semua program yang ditawar sejujurnya sangat bagus, namun peran pemerintah haruslah aktif langsung menyentuh masyarakat dan mendidiknya,” jelas Andi Mustaman. (*)
Comment