
MAKASSAR, BERITA SULSEL.COM – Profesi seorang perawat tidak sesimpel orang banyak pikirkan. Memerlukan kajian mendalam tentang asal maupun efek dari penyakit dan kemawas hatian saat merawat pasien menjadi patokan khusus.
Hal itu disampaikan Ketua Prodi Keperawatan FKM UMI Murtini SKM,. M.Kes. Kata dia, perawat berperan sebagai pendidik, peneliti dan pelaksana. Peneliti yakni mengembangkan ilmu dan praktik keperawatan, pelaksana yaitu bekerja memberikan asuhan. Misalnya, di tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit.
“Tugas seorang perawat harus bisa mendidik pasien, meneliti untuk pengembangan ilmu dan praktik. Sedang pelaksana yakni memberi asuhan pada pasien ditempat kerja,” ujarnya
Murtini melanjutkan, perawat adalah profesi yang selalu peduli terhadap pasien. Mereka tidak hanya sebagai objek, tapi juga subjek. Ikut menentukan keputusan akan pengobatan, terapi, perawatan terhadap pasien dan terlibat secara aktif.
Seorang perawat, kata Murtini, memandang pasien secara menyeluruh, tidak memandang hanya individu yang sakit secara fisik tetapi memperhatikan kondisi mental, psikis, kejiwaan, sosial, spiritual dan culturalnya. Memberikan perawatan harus mengkaji aspek holistik seperti bio, psiko, sosio, spiritual dan cultural.
“Jadi seorang perawat akan menanyakan secara rinci awal mula dan efek efek apa saja yang timbul dari batuk pasien beda dengan dokter,” tuturnya dengan wajah yang cukup serius.
Perkembangan keperawatan sebagai pelayanan profesional didukung ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari pendidikan maupun pelatihan terarah serta terencana.
“Tenaga keperawatan diajarkan untuk bisa menjadi profesional yang berperan aktif dalam pembangunan kesehatan. Ilmu keperawatan bukan lagi pendidikan vokasional jadi memisahkannya dengan profesional itu tidak bisa,” ujarnya.
Muhammad Multazim
Comment