
Oleh ; Rytrina Ardhana
Mahasiswa FKM UMI
BERITA-SULSEL.COM – Kanker serviks merupakan pembunuh utama perempuan di dunia. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh perempuan ketiga di Indonesia. Kanker serviks disebabkan oleh virus Human papilomavirus atau disingkat HPV.
Kanker serviks merupakan momok bagi perempuan. Padahal, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah, yakni melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan tindakan sekunder yang bisa dilakukan yaitu melalukan deteksi dini dengan Pap Smear –uji ginekologi yang membantu mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum menjadi prakanker serviks dan selanjutnya berkembang menjadi kanker.
Berikut adalah gejala kanker serviks yang jarang di ketahui :
- Keluarnya kotoran yang tidak biasa
Setelah kanker mulai tumbuh dalam serviks, se-sel pembagi rahim akan bebas dan menyebabkan sekresi berarir. - Kutil
Menurut ginekolog Rosa Maria Leme, penampilan kutil (eksternal atau Internal) dapat menjadi peringatan untuk beberapa penyakit, termasuk kanker serviks. - Nyeri atau perdarahan
Pertumbuhan kanker serviks yang terjadi di leher rahim bisa membuatnya kering dan menyebabkan perdarahan serta nyeri. Rektum atau kandung kemih juga bisa mengalami perdarahan. - Masalah kemih
Saat serviks berkembang menjadi lebih besar, kandung kemih dan ginjal akan tertekan yang dapat mengganggu masuknya urine. Hal ini bisa menyebabkan sakit saat buang air kecil atau kontaminasi saluran kemih. - Nyeri terus-menerus pada kaki, pinggul atau punggung
Saat serviks bengkak, hal itu akan mengganggu organ lain di sekitarnya. Vena juga ikut terkena dampaknya yang mengakibatkan darah sulit mengalir ke panggul dan kaki, yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di kaki
Maka dari itu ayo cegah kanker serviks sejak dini dengan cara sebagai berikut :
1. Melakukan Tes Papsmear Secara Teratur
Dengan melakukan papsmear secara teratur, ketika kanker serviks muncul akan segera diketahui & ditangani, sehingga tingkat keselamatan masih cukup tinggi.
2. Vaksin HPV
Vaksin HPV di berikan dalam tiga dosis terpisah biasanya pada bulan 0,1, dan 6 bulan. Usia paling dini untuk diberikan vaksin ini adalah usia 11 tahun atau 12 tahun. Vaksin HPV paling lambat diberikan pada saat usia 26 tahun sebagai vaksin catch up. Vaksin HPV juga dapat diberikan pada pria seperti pria yang gay dan homoseksual.
3. Tidak Berganti-Ganti Pasangan
Salah satu faktor penyebab munculnya kanker serviks adalah melalui infeksi HPV yang ditularkan saat berhubungan seksual. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan. Terutama mereka yg tidak mengetahui kalau pasangannya memiliki virus HPV.
4. Gaya Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga dan memakan makanan yang bernutrisi juga penting buat pencegahan kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa perokok perempuan memiliki resiko 2x lebih besar untuk terkena kanker serviks.
Comment