MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan terus menjalankan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada serentak tahun 2018. Sejak dimulai pada 20 Januari, coklit sudah menjangkau 48 persen dari total Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) analisis.
Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli menyebutkan, hingga Selasa 30 Januari, petugas sudah melakukan coklit terhadap 3,2 juta lebih orang. Jumlah itu berada pada 989.922 rumah dan 1.158.398 kepala keluarga.
Berdasarkan DP4 di Sulsel, terdapat 6.798.179 orang target coklit. Proses coklit sendiri dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, hingga 18 Februari mendatang.
“Kami upayakan bisa maksimal, sehingga ditargetkan coklit sudah kelar dalam 15 hari,” kata Mardiana, Kamis (1/2/2018).
KPU Sulsel menggelar coklit di 24 kabupaten/kota. Agenda ini merupakan gerakan nasional untuk menyusun daftar pemilih yang akurat pada pelaksanaan Pilkada 2018. Nantinya juga akan jadi dasar daftar pemilih sementara Pileg dan Pilpres 2019.
“Pada proses coklit, kita memeriksa keberadaan calon pemilih sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tahapan pilkada sudah berlangsung,” kata Ketua KPU Sulsel Iqbal pada Januari lalu.
Iqbal mengimbau masyarakat ikut aktif dalam gerakan coklit. Caranya mudah, cukup dengan menerima petugas yang datang ke rumah-rumah. Adapun pihak bakal calon kepala daerah juga diharapkan ambil bagian dalam sosialisasi.
Gerakan coklit melibatkan seluruh unsur penyelenggara pemilu. Mulai dari komisioner dari tingkat pusat hingga kabupaten, panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).
Pada Pilkada serentak 2018, pemilihan gubernur Sulsel akan digelar bersamaan dengan pemilihan bupati/walikota di 12 kabupaten/kota. Masing-masing Kabupaten Bone, Jeneponto, Bantaeng, Luwu, Sidrap, Sinjai, Enrekang, Pinrang dan Wajo. Serta kota Makassar, Parepare, dan Palopo.
Comment