Dosen STIMLASH Jaya Makassar Berpulang ke Rahmatullah

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan (STIMLASH ) Jaya Makassar Drs. Tajuddin Nur, MM dalam usia 63 tahun di RS Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Jumat(2/2/2018) pukul 05.00 WITA.

Kematian Almarhum sangat mendadak, tidak ada tanda tanda sakit atau penyakit serius yang dideritanya. Dua hari lalu, Rabu pagi (31/2//2018) Dosen Manajemen SDM ini sempat berbicara dengan Iwan Perwira, sesama Dosen STIMLASH dan hanya mengeluh seluruh badan nya sakit dan akan periksa ke rumah sakit.

Menurut putra sulungnya, Riza (36), Rabu (31/1/2017) lalu, almarhum ayahnya dibawa ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit di sarankan opname guna dilakukan pemeriksaan secara insentif untuk mengetahui sakit apa yang tengah dideritanya agar bisa disembuhkan.

Belum juga diketahui penyakitnya, takdir berkata lain. Almarhum di panggil menghadap Ilahi Rabbi, sang penguasa alam semesta. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada Jum’at subuh.

“Bapak tidak sakit apa apa, seminggu lalu masih sempat bersepeda dan terlihat sangat sehat. namun hari ini bapak sudah pergi meninggalkan kami semua, sedih rasanya,”ujar putra sulung almarhum dengan terisak sambil meneteskan airmata.

Tajuddin Nur atau biasa di kampus menyapanya dengan sebutan pak haji adalah orang yang paling berjasa dalam membantu pengembangan STIMLASH di Kabupaten Gowa.

Pertemuan pengelola akademik STIMLASH dengan almarhum terjadi tahun 2009, ketika itu almarhum menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pehubungan Kabupaten Gowa.

Dari perkenalan itu STIMLASH memintanya menjadi Dosen Luar Biasa (sekarang disebut Dosen Tidak Tetap), mantan Kadis Perhubungan dua priode itu pun bersedia.

Selepas menjabat Kadis Perhubungan lalu menjabat Direktur PDAM, almarhum tetap setia menjadi dosen di STIMLASH.

“Saya sangat senang dengan profesi ini, dengan mengajar saya membagikan ilmu dan pengalaman kepada orang lain. selain berbagi ilmu dan pengetahuan, juga dapat pahala, “ujar almarhum diawal-awal mengajar di STIMLASH, tahun 2009 silam.

Tidak hanya sebagai dosen, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) Kabupaten Gowa ini bahkan banyak mengajak masyarakat untuk kuliah di STIMLASH. Hingga pensiun dari PNS di tahun 2017, almarhum tetap semangat mengabdikan dirinya pada STIMLASH.

Atas jasa jasanya, tercetak lebih dari 100 alumni STIMLASH dan telah bekerja di berbagai kantor, baik di pemerintahan maupun swasta di Gowa dan Makassar.

“Beliau orang yang baik dan familiar. Beliau tidak pernah membeda-bedakan orang jika sedang berbicara, sangat santun,”ujar Hernita, Ketua STIMLASH Jaya Makassar.

Tajuddin Nur di makamkan jum’at pukul 16.00 WITA di pemakaman keluarga yg berjarak kurang lebih 300 dari rumahnya di wilayah Mangalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Tampak datang melayat di rumah duka diantaranya Bupati Gowa, Adnan Purictha dan Sekda Gowa Muchlis serta beberapa pejabat pemerintahan lainnnya.

Almarhum meninggalkan seorang Istri, Rahmatia (59) dan 4 orang anak Rizal Rusyidi (36), Yaser Azhari (33), Izzah Nurfaizah (30), Radi Munadi (27) serta 5 orang cucu.

Selamat Jalan Pak Haji. Atas Nama segenap Civitas Akademika, STIMLASH Jaya Makassar menghaturkan duka cita yang sedalam dalamnya. Terima kasih atas segala kebaikan pak haji selama ini.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa dosanya, menerima segala amal baiknya dan membalas jasa jasanya dengan sebaik baiknya balasan. Dan Almarhum diberi tempat terbaik disisi NYA. (IP)


Comment