Tape Beras Ketan, Makanan Khas Tanah Bugis 

Laporan :Nurindah Apriliandy Pradhana
Mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tape beras ketan hitam, salah satu makanan atau kuliner  khas tanah Bugis yang disajikan saat lebaran idul fitri dan acara lain.
Makanan tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun di daerah Bugis, termasuk Sulawesi Selatan secara unum. Kuliner ini setiap tahunnya akan terjadi.
Tapai atau tape adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi.
Ragi untuk fermentasi tape merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur).
Tape hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi s cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket.
Tape berasal dari beras ketan hitam yang di campur sedikit beras ketan putih dengan campuran ragi.
Cara pembuatan tape yakni;  pertama, beras ketan hitam dan putih di campur lalu di cuci hingga bersih .
Kemudian beras ketan tersebut direndam semalaman agar tape yang nantinya matang merata, setelah itu dikukus hingga matang.
Selanjutnya, beras ketan ditaruh di wadah untuk didinginkan, lalu dicampur ragi sedikit demi sedikit dengan air.
Setelah dicampur ragi, beras ketan tersebut  dipadatkan dengan bentuk bulat lalu di letakkan wadah bersih dan diikat dengan sarung.
Selama 3 hari tape simpan agar rasanya manis seperti gula hingga mengeluarkan air dari campuran beras ketan dan ragi tersebut.
Pada saat lebaran sanak saudara datang bersilaturahmi di kediaman dan tape tersebut disajikan. Tape yang rasanya begitu manis membuat banyak orang yang menyukainya.
Biasanya tape dimakan dengan gogos supaya tidak begitu manis. Sebab, banyak orang tidak terlalu menyukai yang manis. Jika terlalu banyak makan tape bisa membuat kita mabuk.
Dhana, salah satu orang yang menyukai tape apalagi buatan nenek. Sekarang sudah banyak yang menjual tape karena cara pembuatannya agak mudah jikalau pembuat tersebut sudah berpengalaman. (*)


Comment