Saatnya Sulsel Menjadi Lumbung Pangan Kelautan Nasional

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Provinsi Sulawesi Selatan dianggap dapat menjadi pusat pembangunan poros maritim nasional. Khususnya, dalam sektor ketahanan pangan kelautan.

Demikian terungkap dalam obrolan santai mempertajam visi maritim Gubernur Sulsel tepilih yang dilaksanakan Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA UNHAS) di salah satu hotel di Makassar baru-baru ini.

“Poin penting berkaitan dengan visi maritim Sulsel adalah pembangunan ekonomi kelautan dan menjadikan Sulsel poros maritim Indonesia pada dimensi ketahan pangan nasional sektor kelautan,” ujar mantan Ketua ISLA UNHAS, Nasruddin yang didapuk sebagai pembicara.

Kata dia, 75% wilayah Sulsel adalah pesisir dan pulau-pulau kecil dimana memiliki garis pantai sepanjang 1.993,7 kilometer dan luas wilayah laut 94.399,85 kilometer persegi serta memiliki 313 pulau-pulau kecil.

Melihat fakta ini, kata Nasruddin Sulsel memiliki potensi yang sangat besar bidang maritim yang saat ini belum dimaksimalkan untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu, ia berharap pasangan Prof Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel terpilih periode 2018-2023 untuk memaksimalkan potensi maritim.

“Sebagai Gubernur terpilih, tugas utama Prof Andalan adalah pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan khususnya ikan. Baik itu budidaya, pengangkapan dan pengelolaan,” jelas Nasruddin yang selama ini aktif dalam pendampingan masyarakat pesisir di sejumlah wilayah di Indonesia.

Mahasiswa Kelautan Unhas angkatan pertama ini menjelaskan beberapa lumbung pangan yang dapat dimaksimalkan adalah sentra produksi perikanan khususnya budidaya udang, bandeng dan rumput laut yang produksinya selama ini masih sangat rendah. Perikanan tangkap khususnya di wilayah Selat Makassar, Laut Flores dan Teluk Bone.

Selanjutnya adalah, optimalisasi budidaya air payau dan lepas pantai, pusat perdagangan bidang transportasi laut dimana Pelabuhan Soekarno Hatta dan Pare-pare dijadikan pusat distribusi dan perdagangan antar pulau.

Namun, kata Nasruddin Prof-Andalan harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan kelautan di Sulsel. Seperti tumpan tindih kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, ilegal fishing, kualitas lingkungan pesisir, pembangunan yang berdampak pada laut, infrastruktur yang masih minim dan permberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Hadir sebagai pembicara lainnya, akademisi Unhas, Dr. Muh. Lukman, ST, M.Mar.Sc dan Khaeruddin Nurman yang hadir mewakilI Prof Andalan. Keduanya sepakat bahwa Sulsel punya potensi maritim yang harus dimaksimalkan.


Comment