Marak Parkir Sembarangan di Jalan Tidung, Perumda Parkir Makassar Ajak Warga Jaga Ketertiban

Saharuddin Said

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Perumda Parkir Makassar Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di Jalan Tidung, Kecamatan Rappocini, Selasa (21/7/2026).

Laporan warga yang masuk melalui Bagian Humas dan aplikasi Lontara+ tersebut mengeluhkan deretan mobil yang memadati kawasan pemukiman serta area pasar setempat.

Padahal, petugas gabungan telah berulang kali menertibkan kawasan padat penduduk tersebut. Oleh karena itu, Perumda Parkir Makassar Raya kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lalu lintas ini sampai tuntas.

Direktur Umum Perumda Parkir Makassar, Saharuddin Said, menjelaskan bahwa penanganan kendaraan di badan jalan membutuhkan kerja sama lintas instansi. Sebab, Perumda Parkir tidak bekerja sendirian dalam menata perparkiran kota.

Oleh sebab itu, pihaknya terus membangun sinergi bersama Dinas Perhubungan Kota Makassar, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT dan RW setempat.

“Perumda Parkir berwenang melakukan pembinaan dan penataan. Namun, kami tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atau menindak hukum para pelanggar. Oleh karena itu, kami menyalurkan setiap laporan masyarakat melalui koordinasi rapat dan kolaborasi lapangan bersama instansi terkait,” ujar Saharuddin.

Selain itu, pihaknya menyusun rencana untuk berkoordinasi langsung dengan Camat Rappocini beserta jajaran pemerintah setempat. Langkah ini bertujuan agar tim gabungan bisa turun ke lokasi secara bersama-sama guna memberikan edukasi langsung kepada warga.

Selanjutnya, Saharuddin mengingatkan bahwa Jalan Tidung merupakan salah satu titik dengan volume arus lalu lintas yang cukup tinggi. Ketika pemilik kendaraan memarkir mobil di badan jalan—terutama pada ruas yang sempit dan dekat jembatan—potensi kemacetan hebat serta kecelakaan lalu lintas akan meningkat secara drastis.

Oleh karena itu, ia mengetuk hati para pemilik kendaraan agar lebih peduli terhadap hak pengemudi lain. Kesadaran mandiri dari masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurai keserabutan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di lokasi yang melanggar aturan. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban umum dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Jika kita saling menghormati hak sesama pengguna jalan, kita pasti bisa mewujudkan Kota Makassar yang lebih tertib, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkas Saharuddin Said.


Comment