WAJO, BERITA-SULSEL.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Cabang Wajo bergerak cepat mengawal aspirasi masyarakat terkait pengelolaan energi. Mereka resmi menyerahkan rekomendasi hasil Dialog Publik tentang Participating Interest (PI) Migas kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, di Warkop Terminal, Sabtu (18/7/2026).
Langkah taktis ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan. Selain itu, JMSI Wajo berharap penyerahan ini mampu mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan daerah.
DPRD Sulsel Siap Tindak Lanjuti di Rapat Pimpinan
Saat menerima rekomendasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif, langsung menyatakan komitmennya. Ia menegaskan bahwa pihak legislatif akan membawa poin-poin penting tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami akan membawa rekomendasi ini ke Rapat Pimpinan DPRD Sulsel. Bagaimanapun, aspirasi masyarakat merupakan masukan berharga yang harus kami kaji bersama agar menghasilkan kebijakan yang adil,” ujar Sufriadi.
Oleh karena itu, Sufriadi mendukung penuh rencana pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat. Melalui RDP tersebut, DPRD Sulsel akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pembahasan mengenai PI migas berjalan secara terbuka dan komprehensif.
“Persoalan PI ini membutuhkan sinergi semua pihak. Jadi, dengan duduk bersama, kita dapat mencari solusi terbaik yang mengedepankan pembangunan daerah,” tambahnya.
JMSI Wajo Janji Kawal Transparansi Energi
Pada kesempatan yang sama, Ketua JMSI Wajo, Muh Nur, menjelaskan bahwa dialog publik ini merupakan bukti nyata partisipasi masyarakat. Ia menilai, pengelolaan sumber daya alam yang melimpah harus berjalan secara transparan dan berkeadilan.
“JMSI Wajo akan terus mengawal aspirasi ini melalui jalur yang konstruktif. Kami berharap, pengelolaan Participating Interest memberikan manfaat optimal bagi daerah sesuai aturan yang berlaku,” tegas Muh Nur.
Sebelumnya, JMSI Wajo menggelar Dialog Publik bertajuk “Menyoal Participating Interest (PI) Migas Sulsel 2,5 Persen, Mencari Keadilan bagi Daerah”. Forum strategis tersebut berhasil menghimpun berbagai pandangan dari akademisi, praktisi, hingga organisasi masyarakat.
Akhirnya, kolaborasi apik antara media, warga, dan lembaga legislatif ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan pengelolaan migas yang akuntabel sekaligus menyejahterakan masyarakat Sulawesi Selatan.
Comment