BERITA-SULSEL.COM – Dua gereja dan sekolah Pangudi Luhur di Kabupaten Magelang dilempari menggunakan batu. Kedua gereja tersebut yakni Kristi Tyas Dalem Kandungan, Ds Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dan Santo Antonius Muntilan Jalan Kartini No.3 Kecamatan Muntilan.
Sedang sekolah yang dilempari yakni SMK Pangudi Luhur Muntilan di Ds Kauman Dan Sedayu, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/10).
Dilansir dari merdeka.com (28/10/18), Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo mengaku, pihaknya sudah mengamankan pelaku yang diketahui bernama NK.
Kata dia, dalam menjalankan aksinya pelaku beraksi seorang diri. “Modus pelaku melakukan pelemparan seorang diri, tidak menjadi ormas Islam lain manapun,” jelasnya, Minggu (28/10/2018).
Kata dia, pelemparan batu dua gereja dan sekolah ada kaitannya dengan perusakan kantor PCNU Magelang, Jumat (26/10).
Namun, Hari enggan menjelaskan lebih detail alasanya pelaku melakukan aksinya seorang diri. Palsanya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
“Saya belum bisa jelaskan, hingga saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan. Nanti tunggu saja,” jelansya.
Dari keterangan saksi menyebutkan modus pelemparan sama. Di gereja Kristi aksi diketahui pertama kali penjaga gereja pukul 07.30 WIB. Saat itu saksi mengetahui kaca berserakan di depan ruang sang Kristi dan mendapati dua kaca jendela sebelah kanan dan kaca bogem tengah telah pecah serta menemukan 2 buah batu pecahan batako.
Gereja Santo Antonius aksi pelemparan juga diketahui pertama kali penjaga gereja Mursito (47). Dia tiba-tiba melihat kaca berserakan dan menemukan tiga buah batu.
SMK Pangudi Luhur aksi pelemparan terjadi di ruang guru praktik SMK dan diketahui penjaga sekolah pukul 02.00 WIB.
sumber : ucnews.com
Comment