MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia melalui UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis melaksanakan pelatihan dan sertifikasi dosen pendamping kewirausahaan, di Hotel Swissbellin, (24/6/2019).
Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor V UMI, Prof Dr Ir Hatta Fattah MS dihadiri Direktur LSP Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, Dr Wier Ritonga, Ketua UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis UMI, Dr Asdar Djamerreng SE MM, Ketua Panitia Dr Ir Mais Ilsan MP.
Prof Hatta mengatakan, dosen pendamping kewirausahaan perlu memiliki legalitas akademik yang tertulis berupa sertifikasi kompetensi.
Hal ini sebagai pengakuan kuat yang legal dari pemerintah melalui BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi terhadap pemegang hak kompetensi disuatu bidang keahlian dibidang kewirausahaan.
“Dosen memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa, menginisiasi dan mengembangkan sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan dan pengembangan usaha baru dikalangan mahasiswa sebagai calon pengusaha,” katanya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Guru besar Fakultas Perikanan UMI ini, juga memperkenalkan UMI sebagai PTS telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau nilai ‘A’, pertama dan satu-satunya di luar pulau Jawa.
“UMI juga berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-64 dari 4.674 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia (data dari Kemenristekdikti, 2018,” ungkapnya.
Kata Hatta, UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus berkembang, baik dalam jenisnya maupun substansinya.
Salah satu langkah kata dia, dengan membangun lulusan berkualitas dan berdaya saing untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, termasuk technical and vocational skills, agar mampu mendapat pekerjaan layak dan memiliki jiwa kewirausahaan,” paparnya.
Selain kompetitif, kreatif, inovatif dan berkarakter moral, di era disrupsi. UMI dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pengelolaan perguruan tinggi,” imbuh WR V yang juga guru besar fakultas perikanan itu.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Ir Mais Ilsan MP, melaporkan kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24-26 Juni 2019, diikuti 30 peserta dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan atau yang ditugaskan oleh perguruan tingginya dalam pendampingan kewirausahaan dalam lingkup LLDikti Wil. IX Sulawesi.
“Kami juga menghadirkan narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesonal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan dengan tujuan, dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan diharapkan memiliki kemampuan meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan,” tuturnya.
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia melalui UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis melaksanakan pelatihan dan sertifikasi dosen pendamping kewirausahaan, di Hotel Swissbellin, (24/6/2019).
Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor V UMI, Prof Dr Ir Hatta Fattah MS dihadiri Direktur LSP Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, Dr Wier Ritonga, Ketua UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis UMI, Dr Asdar Djamerreng SE MM, Ketua Panitia Dr Ir Mais Ilsan MP.
Prof Hatta mengatakan, dosen pendamping kewirausahaan perlu memiliki legalitas akademik yang tertulis berupa sertifikasi kompetensi.
Hal ini sebagai pengakuan kuat yang legal dari pemerintah melalui BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi terhadap pemegang hak kompetensi disuatu bidang keahlian dibidang kewirausahaan.
“Dosen memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa, menginisiasi dan mengembangkan sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan dan pengembangan usaha baru dikalangan mahasiswa sebagai calon pengusaha,” katanya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Guru besar Fakultas Perikanan UMI ini, juga memperkenalkan UMI sebagai PTS telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau nilai ‘A’, pertama dan satu-satunya di luar pulau Jawa.
“UMI juga berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-64 dari 4.674 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia (data dari Kemenristekdikti, 2018,” ungkapnya.
Kata Hatta, UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus berkembang, baik dalam jenisnya maupun substansinya.
Salah satu langkah kata dia, dengan membangun lulusan berkualitas dan berdaya saing untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, termasuk technical and vocational skills, agar mampu mendapat pekerjaan layak dan memiliki jiwa kewirausahaan,” paparnya.
Selain kompetitif, kreatif, inovatif dan berkarakter moral, di era disrupsi. UMI dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pengelolaan perguruan tinggi,” imbuh WR V yang juga guru besar fakultas perikanan itu.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Ir Mais Ilsan MP, melaporkan kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24-26 Juni 2019, diikuti 30 peserta dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan atau yang ditugaskan oleh perguruan tingginya dalam pendampingan kewirausahaan dalam lingkup LLDikti Wil. IX Sulawesi.
“Kami juga menghadirkan narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesonal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan dengan tujuan, dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan diharapkan memiliki kemampuan meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan,” tuturnya.
Comment