MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Di tengah wabah COVID 19 Univeristas Negeri Makassar turut berkontribusi untuk mencegah penyebaran virus yang tengah mewabah ini. Melalui Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar membuat ratusan alat pelindung wajah untuk membantu masyarakat dan tenaga medis.
Dekan Fakultas Teknik Univeristas Negeri Makassar, Prof Dr Muhammad Yahya, M.Kes, M.Eng menjelaskan, pelindung wajah ini akan disebar di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Makassar.
” Kita berharap, dengan apa yang kita buat, kita dapat memberikan kontribusi di tengah wabah covid 19. Di awal kita produksi sekitar 100 alat pelindung wajah. Kita akan bagi di beberapa Puskesmas dan rumah sakit, ” kata Prof Yahya.
Guru besar bidang vokasi ini menambahkan, alat pelindung wajah ini merupakan diinisiasi atas kegelisahan melihat penyebaran covid 19 dan alata bantu bagi para tenaga medis.
“Yang buat ini adalah dosen-dosen dan mahasiswa,” imbuhnya.
Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr H Husain Syam, MTP berharap, langkah yang dilakukan Fakultas Teknik dapat berkontribusi terhadap masyarakat luas. Mantan Dekan FT dua periode itu menyatakan, segala yang dilakukan diharapkan mampu memberikan kontribusi khususnya kepada tenaga medis.
“Kita berbuat semampu kita, semoga yang kita lakukan di kampus dapat berkontribusi kepada tenaga medis dan masyarakat luas. Pelindung wajah ini untuk membantu tenaga medis dan masyarakat. Semoga bukan hanya bantuan untuk melindungi secara fisik. Tapi saya juga berharap, ini juga dapat membangkitkan moral tenaga medis. Bahwa di tengah perjuangan mereka, seluruh masyarakat termasuk UNM ikut merasakan perjuangannya, ” ucapnya.
Menurut Prof Husain, dalam beberapa hal di tengah wabah Covid 19, UNM akan selalu berupaya memberi andil. ” Misal, kami juga sudah membuat hand sanitizer, meski dengan ala kadarnya, tapi UNM akan selalu ada,” imbuhnya.
Selain pelindung wajah dan hand sanitizer, UNM juga membuat chamber.
” Sebagi bentuk respon cepat, bukan hanya buat APD tapi UNM juga telah memberikan respon untuk pembelajaran. Kita sekarang menggunakan daring dalam pembelajaran. Ini respon terhadap penyebaran covid. Selain kebijakan juga ada tindakan nyata,” tutupnya
Comment