LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar program kemitraan masyarakat “Pembentukan dan Pelatihan Kader Perawat Cilik (Percil) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Faqihul Ilmi”.
Kegitan ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 10 hingga 11 oktober 2020. Program ini dihadiri 30 orang siswa dan guru. Kegiatan pengabdian merupakan salah satu perwujudan dari tri darma perguruan tinggi. Kegiatan ini digelar atas dukungan dari Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, Sabtu, (10/10/2020).
Kata dia, selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran, sekolah juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit. Hal ini terjadi jika tidak dikelola dengan baik.
Menurutnya, usia sekolah dasar merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Data Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2019 menunjukkan, penyakit kulit dan pencernaan terjadi jumlah yang cukup besar terutama pada anak usia sekolah dasar.
“Kasus diare pada anak terjadi 50,89%, penyakit dermatitis 41,50%, penyakit cacingan 56,80%. Permasalahan perilaku kesehatan anak sekolah dasar biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi dengan baik dan benar,” ujarnya.
“Termasuk kebiasaan cuci tangan pakai sabun, dan kebersihan diri. Penanaman nilai–nilai perilaku kesehatan di sekolah dasar merupakan kebutuhan mutlak,” tambahnya.
Target dari kegiatan ini, jelas Yusriani, agar mitra memiliki kader perawat cilik atau Percil. Mitra mampu memahami dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Selain itu, mitra mampu memahami dan mampu memberikan pelayanan dan pengobatan dasar secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan PKM akan dilakukan melalui kerjasama dengan Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Faqihul Ilmi Kota Makassar yaitu sebagai mitra,” terangnya.
“Hasil pertemuan dan diskusi dengan mitra disepakati upaya pemecahan masalah yaitu dengan pembentukan dan pelatihan kader perawat cilik,” terangnya.
Pembentukan kader perawat cilik dan pemberian edukasi tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Kegawadaruratan (P3K) diberikan Tutik Agustuni S.Kep, Ns, M. Kep, sehingga diharapkan mitra dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan perilaku pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Kegawadaruratan.
Sedang peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat disampaikan Dr. dr. Muh Khidri Alwi, M.Kes. Materi tentang Ice breaking, building commitment dan evaluasi kegiatan dilakukan Dr. Yusriani, SKM., M.Kes.
Ketua Yayasan, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah, guru dan peserta sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan program kemitraan dosen tersebut. (*)
Comment