LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Luwu Utara yang juga ketua gugus tugas reforma agraria, Indah Putri Indriani menghadiri rapat itegrasi penataan aset, Selasa, (25/08/2021).
Rapat integrasi penataan aset dan akses gugus tugas reforma agraria tersebut dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Luwu Utara.
Kepala Kantor Pertanahan BPN Luwu Utara, Taufik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program prioritas nasional sesuai dengan amanat Presiden RI.
“Pelaksanaan Reforma Agraria bisa dibilang berhasil apabila aset reform dan akses reform diiringi penataan ruang yang baik. Tahun ini, gugus tugas reforma agraria fokus dalam agenda penataan tanah usulan masyarakat dan daerah transmigrasi,” kata Taufik.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Lutra, Indah Putri menyampaikan, Program tanah objek reformasi agraria atau Tora di Luwu Utara tahun 2021 menyasar tanah transmigrasi dan usulan masyarakat.
Indah menambahkan, berdasarkan jumlah subjek dan bidang lokasi tanah objek reformasi agraria pemerintah telah mengeluarkan SK Bupati dengan total 817 subjek, masing-masing untuk UPT Maipi 105 subjek, UPT Pongkase 129 Subjek, UPT Buso 159 Subjek, UPT Bantimurung 208 Subjek serta usulan masyarakat 216 Subjek.
“Banyak kendala di lapangan, memang kerja teman-teman di lapangan cukup berat, meskipun demikian hasil pengimputan data Tora melalui sigtora mobile yang merupakan salah satu metode pengumpulan data dapat kita tuntaskan, Dan ini patut kita apresiasi dan syukuri,” ungkapnya.
“Tahun ini kita massif bergerak, kecepatannya di atas rata-rata, jika dalam kegiatan ada yang tidak menginginkan program ini, langsung tinggalkan. Pokoknya yang oke dulu,” ujarnya.
“Luwu Utara bisa menjadi daerah tercepat pembentukan tim gugus tugas reforma agraria, tentuk program kita harus lebih cepat lagi dalam menuntaskannya,” tutupnya. (*)
Comment