MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Program Lorong Wisata yang dijadwalkan launching 17 Agustus mendatang menjadi ruang edukasi bagi warga Makassar.
Lewat program ini, warga dapat mengenal dan memilah sampah organik dan anorganik.
Hal ini diutarakan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi usai melihat kondisi TPA Antang. Menurutnya sosialisasi pemilahan sampah pada warga harus lebih dimassifkan.
“Program Lorong Wisata bukan hanya sekedar menampilkan apa saja ikon menarik di tiap lorong tapi juga akan ada edukasi. Salah satunya soal pemilahan sampah. Ini perlu masyarakat ketahui untuk mengurangi volume di TPA Antang,” ungkapnya.
Menurutnya lagi dengan warga mengetahui jenis sampah organik dan anorganik maka secara otomatis akan memberikan manfaat untuk kehidupan selanjutnya.
“Sampah itu bisa jadi produktif kembali jika kita paham jenis, dan manfaatnya. Apalagi kita punya Bank Sampah yang bisa membantu perekonomian warga. Selain itu sampah juga bisa diolah menjadi pupuk,,” beber Fatma.
Ia meminta DLH segera mengedukasi warga dan menyosialisasikannya secara aktif.
“DLH sendiri sudah turun ke masyarakat utamanya pada wilayah yang memiliki Bank Sampah. Terkait dengan Longwis (Lorong Wisata) kami akan memberikan ember sampah untuk pemilahan jenisnya. Ini kami fokuskan pada 14 Bank Sampah dulu lalu selanjutnya secara merata di seluruh wilayah Makassar,” jelas Kadis Lingkungan Hidup Aryati Puspasari.
Untuk mengoptimalkan manfaat dari jenis sampah sendiri, pihak DLH akan membuat informasi yang akan disebarluaskan ke masyarakat terkait sampah organik maupun anorganik.(*)
[15.19, 30/7/2022] +62 877-7381-0355: ### Longwis Dewi Sri Wasabbe Tamalanrea Unggulkan Wisata Kuliner, Wawali Fatma : Perhatikan Label BPOM
### Wakil Wali Kota Makassar Kembali Kunjungi Lorong, Kini Sasar Kecamatan Tamalanrea
MAKASSAR,- Guna memaksimalkan program 1.000 Lorong Wisata, Wakil Wali Kota Makassar kembali mengunjungi lorong yang menjadi plan project di tiap kecamatan. Kali ini berada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Sabtu (30/7/2022).
Fatmawati Rusdi nampak menyisir lorong bersama pejabat pendamping lainnya seperti Asisten III Bidang Administrasi Umum Mario Said, Kadis P2 Evy Aprialti, Kadis PU Zuhaelsi Zubir, Camat Tamalanrea Andi Salman Baso beserta Lurahnya Sudirman dan juga Dirut Perumda Pasar Makassar Raya Ichsan Abdul Hussein.
Lurah Tamalanrea Sudirman di sela-sela pendampingan menuturkan jika lorong yang diberi nama Dewi Sri itu fokus pada wisata kuliner.
“Lorong kami dengan jumlah 44 Kepala Keluarga ini konsentrasi pada wisata kuliner. Jadi masyarakat di lorong ini aktif membuat masakan juga minuman yang dijual bukan hanya di Makassar tapi juga telah dipasarkan di luar Makassar,” beber Lurah.
Melihat jenis makanan dan minuman yang disajikan, Wawali Fatma meminta agar tidak hanya memikirkan keuntungan saja tapi juga harus memperhatikan label BPOM.
“Jadi biar makin laris jualanta’ sebaiknya uruski label BPOMnya. Ini bisa menjadi satu langkah menaikkan omzet karena memberikan jaminan pada pembeli. Selain itu tampilan kemasan juga perlu up date. Cita rasa pertahankan karena itulah yang akan menjadi tanda dikenalnya jualanta,” pinta Fatma.(*)
Comment