Melihat Makna Psikologi Warna: Buku ‘Hitam Itu Bukan Sekadar Warna’ Karya Dokter Koboi Hangatkan KBRI Copenhagen

Duta Besar RI untuk Denmark Siti Nugraha Mauludiah menerima buku Hitam Itu Bukan Sekadar Warna dari dr Wachyudi Muchsin atau Dokter Koboi di KBRI Copenhagen.

DENMARK, BERITA-SULSEL.COM – Setelah sukses meluncurkan karyanya di Kuala Lumpur, Malaysia, dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., kini membawa gelombang literasi Indonesia ke Eropa Utara. Buku kelima alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang akrab dengan julukan Dokter Koboi tersebut memantik diskusi hangat tingkat internasional di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Copenhagen, Denmark.

Buku berjudul “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” tersebut mengupas tuntas makna psikologis warna hitam dalam karakter dan kepribadian manusia. Melalui pendekatan yang humanis, diskusi yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh keakraban ini berhasil memikat para diplomat, pakar, hingga warga lokal Denmark.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark, Siti Nugraha Mauludiah, menyambut hangat dan mengapresiasi langsung kehadiran buku ini. Menurut Siti Nugraha, karya Dosen Universitas Islam Makassar (UIM) tersebut menghadirkan perspektif yang sangat menarik mengenai hubungan erat antara warna, karakter, dan pengembangan diri.

“Buku ini menunjukkan bahwa warna bukan hanya elemen visual biasa, tetapi juga memiliki dimensi psikologis yang kuat untuk membantu seseorang memahami dirinya sendiri,” ujar Siti Nugraha. Ia juga menambahkan bahwa karya ini menjadi bukti nyata kontribusi literasi Indonesia yang mampu menjangkau pembaca global lewat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Apresiasi senada juga datang dari Rita Endang, Staf Khusus Pakar Ahli Bidang Pengawasan Sediaan Farmasi Kepala BPOM RI. Rita menilai Dokter Koboi sukses menerjemahkan konsep psikologi yang rumit menjadi sebuah bacaan yang ringan, reflektif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Warna hitam yang seringkali kelihatan sederhana justru tampil sebagai simbol keteguhan, kemandirian, kedewasaan berpikir, serta kemampuan refleksi diri. Buku ini menjadi bacaan yang sangat relevan bagi generasi muda yang sedang membangun identitas dan kepercayaan diri mereka,” jelas Rita Endang.

Mendapat Antusiasme Warga Denmark

Keseruan diskusi ini tidak hanya memikat warga negara Indonesia (WNI) di Denmark, melainkan juga menarik perhatian warga lokal setempat. Morten Kruse, salah satu warga Denmark yang hadir, menilai tema hubungan antara warna, emosi, dan karakter manusia merupakan topik universal yang menembus batas lintas budaya.

“Di Denmark, isu kesehatan mental dan pengembangan diri menjadi perhatian yang sangat penting. Oleh karena itu, pendekatan dalam buku ini terasa sangat menarik dan mudah kami pahami,” ungkap Morten Kruse dengan antusias.

Saat memaparkan karyanya, dr. Wachyudi Muchsin menjelaskan bahwa kegemarannya memakai pakaian hitam setiap hari menjadi pemantik utama lahirnya buku ini. Sambil tersenyum, ia menceritakan bagaimana ia kemudian mendalami warna hitam dari perspektif psikologi warna dan perilaku manusia. Melalui buku ini, ia mengajak pembaca melihat bahwa preferensi visual mencerminkan dinamika psikologis seseorang, di mana warna hitam kerap melekat pada pribadi yang kuat, kritis, mandiri, tenang, dan berpikir dalam.

Sebagai informasi, Copenhagen dan Denmark secara umum terkenal memiliki budaya literasi yang sangat kuat. Selain itu, masyarakat setempat menaruh perhatian besar terhadap isu kesehatan mental, psikologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kondisi lingkungan yang suportif ini menjadikan Denmark sebagai tempat yang sangat tepat untuk memperkenalkan karya intelektual anak bangsa ke panggung dunia.

Seluruh Keuntungan untuk Donasi Anak Kanker

Selain memiliki bobot edukasi yang tinggi, buku ini juga membawa misi kemanusiaan yang mulia. Dokter Koboi menegaskan bahwa ia mendedikasikan seluruh keuntungan penjualan buku ini untuk donasi kemanusiaan. Uang yang terkumpul akan langsung menyokong anak-anak penderita kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Saat ini, masyarakat luas dan pembaca di Indonesia sudah bisa mendapatkan buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” secara daring melalui platform Shopee maupun Gramedia Online. Melalui perjalanan literasi dari Copenhagen ini, karya anak bangsa terbukti mampu melampaui batas geografis dan menjadi referensi inspiratif bagi dunia internasional.


Comment