Peringati Hari Disabilitas Internasional, Ruang Berekspresi untuk Penyandang Disabilitas Masih Terbatas

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Ruang Berekspresi untuk Penyandang Disabilitas Masih Terbatas

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Stigma serta steriotipe pada penyandang disabilitas sebagai individu yang tidak mandiri, bodoh, dan tidak berdaya masih kerap disandangkan pada mereka. Isu disabilitas bukan hanya terkait layanan sosial.

Terbatasnya ruang berekspresi dan kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas baik oleh keluarga sendiri maupun pihak eksternal lainnya terutama yang berdomisili di daerah membuat pula mereka kesulitan mengakses hak atas layanan seperti identitas kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan.

Sementara menurut UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, hak-hak penyandang disabilitas ini dijamin oleh negara dan pemenuhannya menjadi kewajiban banyak pihak terkait

Hari ni, Senin 4 Desember 2023, sebanyak kurang lebih 18 organisasi penyandang disabilitas se-Sulawesi Selatan dari berbagai ragam disabilitas berkumpul di Kabupaten Bulukumba untuk bersama-sama merayakan Hari Disabiltas Internasional.

Tahun ini dipusatkan di Kabupaten Bulukumba sebagai bagian dari apresiasi terhadap pemerintah dan masyarakat Bulukumba yang selama beberapa tahun terakhir melakukan praktik baik terkait isu-isu disabilitas.

Selain itu, untuk memperlihatkan kepada seluruh unsur pemerintah dan masyarakat umum bahwa di Kabupaten Bulukumba juga terdapat organisasi disabilitas yang berjuang bersama-sama untuk membangun jembatan komunikasi dan kolaborasi agar hambatan-hambatan yang dialami penyandang disabilitas dapat ditangani dengan baik termasuk pemenuhan hak atas akses dan akomodasi yang layak bagi mereka.

Tema perayaan Hari Disabilitas Internasional kali ini adalah ” Bersama mewujudkan Bulukumba yang inklusi, dari, untuk, dan bagi seluruh penyandang disabilitas. ”
Harapannya, melalui perayaan Hari Disabilitas Internasional ini, keberadaan penyandang disabilitas semakin semakin diakui dan terbuka kesempatan serta akses bagi penyandang disabilitas untuk pekerjaan, wirausaha, layanan kesehatan, pendidikan inklusi dan bidang lainnya.

Dalam kesempatan ini, beberapa narasumber turut hadir untuk berbagi informasi layanan dan praktik baik antara lain dari Sentra Wirajaya, Perdosri, Kepala Desa Bonto Mangiring yang juga telah menginisiasi Desa Inklusi serta dari teman-teman organisasi penyandang disabilitas yang juga berbagai banyak hal terkait isu-isu disabilitas di daerah masing-masing.

Selain itu, yang tak kalah menarik adalah penampilan seni dan tari dari ananda-ananda penyandang disabilitas dari KOADS (Komunitas Orangtua dengan Anak Down Syndrome) dan dari SLB Bulukumba.

Mewakili organisasi disabilitas dan pemerhati disabilitas dari PerDik, Panrita Inklusi, POAAM, KOADS, IDE, Forkesi Makassar, Global Inklusi, Formasi Disabilitas Sulsel, Gerkatin, PKPSS, Permata, Pertuni, Majelis Dai Muda, Anak Harapan, Special Kids, Kiddos, dan Perdosri, memberikan piagam penghargaan kepada Kabupaten Bulukumba yang selama beberapa tahun belakangan telah menginisiasi dan melakukan praktik baik dalam rangka pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Perayaan Hari Disabilitas Internasional ini adalah momentum awal untuk terus mengedukasi berbagai pihak dan menyadartahukan tentang akses dan akomodasi bagi penyandang disabilitas di mana pun berada agar semakin banyak kabupaten/kota inklusi di Sulawesi Selatan. (**)


Comment