MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Warga Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar mengeluhkan sikap pemerintah yang mewajibkan warga untuk melunasi iuran atau pembayaran sampah dan Pajab Bumi Bangunan (PBB).
Jika kedua hal tersebut tak dilunasi, warga tak akan mendapatkan bantuan Raskin atau beras untuk rakyat miskin. Padalah Raskin adalah program pemerintah dalam upaya meningkatkan Ketahanan Pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras dengan murah.
Ketua RT 05, RW 03, Kelurahan Timungan, Nirwana menyayangkan sikap pemerintah kelurahan yang menerapkan aturan tanpa melakukan sosialisasi sebelumnya.
Kata dia, dengan adanya aturan yang mewajibkan warga melunasi iuran sampah dan PBB, banyak warga yang terpaksa tak mengambil Raski.
“Raskin ini adalah hak masyarakat yang memang sudah terdata. Masih banyak warga yang mau makan saja susah,” ujarnya.
Kata Nirwana, saat pihak kelurahan mengalihkan penyaluran bera miskin tersebut kepada orang lain. “Karena warga saya tak mengambil Raskin tersebut. Pihak kelurahan pasti mencari gantinya. Saya tak tahu, beras tersebut diberikan kepada siapa,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan, Safar, warga RT 05 RW 05 Kelurahan Timungan Lompoa. Kata dia, syarat untuk dapatkan Raskin dirinya harus menyelesaikan pembayaran iuran sampah dan pajak bumi bangunan.
Padahal, jelas Safar, Ketua LPM sudah memberikan arahan agar warga tetap mendapatkan Raskin walau belum membayar iuran sampah.
“Bagaimana mau bayar iuran sampah dan PBB. Membeli beras untuk makan saja susah pak. Apa lagi, iuran sampah naik,” ujarnya.
Safar mengaku, banyak warga seperti dirinya tak mendapatkan Raskin dari kelurahan. “Kalau kami tidak diberikan, lalu kemana beras tersebut disalurkan,” ujarnya.
Lurah saat ini, jelas Safar, berbeda dengan lurah sebelumnya. “Waktu pak Adi Mitra menjadi lurah, setiap warga yang belum mendapatkan Raskin akan dihubungi olah RT dan RW setempat. Beda dengan lurah sekarang,” keluhnya.
Lurah Timungan Lompoa, Sitti Zuchriany yang dikonfirmasi via WhatsApp tak memberikan keterangan. Meminta jurnalis berita-sulsel.com untuk ke kantornya.
“Tabe’ ke kantor meki, nanti dijelaskan sama pengelola bantuan berasπππ,” tulisnya singkat.
“Tabe’ pak ke kantor meki, sy jelaskan yg sebenar benarnya, sebelum ke kantor, miscal meka krn sy keluar sebentar dulu.πππ,” tambahnya.
Comment