Kinerja BPOM Cerminan Keberhasilan Pemerintah Lindungi Kesehatan Publik

Kinerja BPOM Cerminan Keberhasilan Pemerintah Lindungi Kesehatan Publik

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus Ketua Umum Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat (Persakmi), Prof. Dr. Aminuddin Syam, M.Kes., M.Med.Ed, menilai capaian kinerja gemilang Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) merupakan refleksi nyata keberhasilan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat sistem perlindungan kesehatan publik nasional.

Penilaian ini didasarkan pada hasil survei nasional oleh Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan (YLKP) pada 1–19 Oktober 2025. Dalam survei tersebut, BPOM RI menempati peringkat ketiga nasional dalam kategori kinerja dan kepercayaan publik tertinggi 2025 dengan skor 84,7%.

Prof. Aminuddin Syam menyebut kinerja tersebut tidak hanya menunjukkan profesionalisme BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, tetapi juga mencerminkan konsistensi pemerintahan Prabowo–Gibran dalam memperkuat lembaga strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Kepuasan publik terhadap BPOM adalah bukti kepercayaan dan keyakinan masyarakat yang merasa terlindungi dari berbagai produk yang bisa merusak kesehatan mereka,” ujar Prof.

Aminuddin Syam pada Senin (20/10/2025). “Yang lebih penting lagi, pimpinan BPOM selalu hadir mengawasi dan mengedukasi masyarakat. Peringkat itu adalah simbol realisasi harapan masyarakat terhadap BPOM.”

Kebijakan Visioner dan Science-Based Policy

Menurut Prof. Aminuddin, keberhasilan BPOM tak terlepas dari arah kebijakan kesehatan dan ketahanan gizi yang dicanangkan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan regulasi berbasis sains.

Ia mencontohkan upaya sertifikasi produk pangan ekspor, seperti rempah, yang bertujuan memastikan keamanan bahan pangan dari cemaran biologis, kimia, dan fisik. Langkah ini dinilai akan meningkatkan kepercayaan konsumen internasional terhadap produk-produk Indonesia.

Kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar di BPOM yang dikenal inovatif dan berorientasi pada science-based policy dianggap sejalan dengan visi pemerintah. Program seperti pencapaian WHO WLA Level 4, digitalisasi pengawasan pangan, dan kepercayaan US FDA kepada BPOM sebagai Certifying Entity ekspor rempah Indonesia, menjadi bukti reputasi global BPOM.

“Hal ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam sistem keamanan pangan dan obat,” tegasnya.

BPOM Sebagai Bukti Keberhasilan Ekosistem Pemerintahan

Prof. Aminuddin Syam menilai capaian BPOM RI menunjukkan bahwa sistem pemerintahan Prabowo–Gibran berhasil menciptakan ekosistem birokrasi yang produktif, profesional, dan berorientasi pada hasil.

“Survei ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap lembaga negara yang bekerja nyata untuk rakyat,” ujar Prof. Aminuddin.

“BPOM menjadi contoh bagaimana sinergi kebijakan pusat dengan kepemimpinan lembaga mampu memberikan dampak langsung.”

Dalam setahun pertama pemerintahan, BPOM dinilai tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga guardian yang memastikan produk yang dikonsumsi rakyat aman, bermutu, dan terjamin.

“Capaian ini bukan hanya prestasi lembaga, tapi bagian dari keberhasilan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran mewujudkan negara yang melindungi rakyatnya dari hulu hingga hilir,” pungkas Guru Besar Unhas tersebut. (*)


Comment