MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, menanggapi keluhan masyarakat mengenai kemacetan parah di kawasan Phinisi Point (Pipo) Mall Makassar. Keluhan yang viral di media sosial tersebut memuncak saat pelaksanaan sebuah event besar pada Minggu (26/7/2026).
Setelah melakukan evaluasi mendalam di lapangan, tim Perumda Parkir menemukan fakta bahwa mayoritas pengunjung enggan memanfaatkan kantong parkir resmi. Padahal, pihak penyelenggara dan Perumda Parkir telah menyediakan area khusus tersebut.
Sebagian besar pengunjung justru sengaja memarkir kendaraan di bahu jalan yang lebih dekat dengan area acara. Langkah ini mereka ambil agar bisa langsung kabur dengan mudah begitu acara selesai tanpa perlu berjalan jauh.
“Faktanya, kami sudah menyiagakan area parkir resmi. Namun, sebagian masyarakat lebih memilih parkir di lokasi liar karena menganggapnya lebih praktis,” tegas pria yang akrab disapa ARA ini, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan bahwa penataan parkir event bukan sekadar tugas pemerintah atau panitia semata. Kesuksesan penataan lalu lintas sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mematuhi aturan.
“Jika masyarakat tidak mau mendukung dan enggan menggunakan kantong parkir resmi, masalah kemacetan ini pasti akan terus berulang di setiap event besar Kota Makassar,” tambahnya.
Oleh karena itu, ARA menekankan pentingnya sinergi kuat antarinstansi sejak tahap perencanaan event. Semua pihak terkait harus duduk bersama untuk menghitung ulang kapasitas ruang parkir sebelum acara berlangsung.
Secara khusus, ia mendorong Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan instansi pemberi izin agar memperketat aturan. Pihaknya meminta agar Pemkot tidak menerbitkan izin keramaian sebelum ada rekomendasi teknis resmi dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Perumda Parkir Makassar.
“Rekomendasi teknis ini sangat krusial untuk memastikan lokasi parkir benar-benar siap menampung ribuan kendaraan pengunjung. Sebab, keterbatasan ruang parkir selalu menjadi akar masalah utama di setiap kegiatan,” jelas ARA.
Pada akhirnya, ia menyimpulkan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara, dan masyarakat menjadi kunci utama. Melalui perencanaan matang dan kepatuhan warga, Kota Makassar dapat menggelar event yang meriah tanpa harus mengorbankan kenyamanan lalu lintas kota.
Comment