BARRU, BERITA-SULSEL.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Angkatan 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan unik di Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (22/7/2026). Mereka mengajari warga setempat mengolah daun kelor menjadi teh herbal sebagai langkah edukatif mengendalikan hipertensi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WITA ini menyedot perhatian 18 peserta, mayoritas ibu-ibu dan kelompok lanjut usia (lansia). Melalui program ini, mahasiswa Unhas berupaya menggalakkan tindakan promotif dan preventif guna menekan angka tekanan darah tinggi memanfaatkan bahan pangan lokal.
Penyakit hipertensi hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Jika warga tidak mengendalikannya dengan baik, kondisi ini berpotensi memicu penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Unhas hadir membawa solusi praktis melalui pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh subur di pekarangan rumah warga.
Praktik Langsung Olah Pangan Lokal
Penanggung jawab program kerja sekaligus pemateri, Ichi Delfita Sari Putri Bahar, memaparkan secara rinci keunggulan daun kelor. Tanaman ini kaya akan kandungan antioksidan, flavonoid, polifenol, serta pelbagai vitamin dan mineral yang efektif mendukung kesehatan tubuh.
“Daun kelor mengandung zat gizi tinggi seperti vitamin A, C, E, kalsium, hingga kalium. Senyawa aktif di dalamnya sangat membantu menjaga kestabilan tekanan darah jika warga mengonsumsinya secara rutin dan teratur,” jelas Ichi di hadapan para peserta.
Setelah memberikan penjelasan teori, Ichi langsung memandu para peserta masuk ke sesi praktik. Ia memperagakan setiap tahapan secara detail, mulai dari memilih daun berkualitas, mencuci bersih, mengeringkan, hingga teknik menyeduh yang benar agar nutrisinya tidak rusak.
Antusiasme warga membumbung tinggi sepanjang acara. Banyak peserta aktif bertanya karena selama ini mereka hanya mengolah daun kelor menjadi hidangan sayur bening. Pengetahuan baru mengenai teh herbal ini pun menyuntikkan semangat baru bagi warga untuk menerapkan pola hidup sehat secara mandiri.
Dukung Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Selain memberi manfaat langsung bagi kesehatan masyarakat, aksi sosial mahasiswa Unhas ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini menyasar target SDG nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG nomor 2 terkait Tanpa Kelaparan melalui optimalisasi pangan bergizi lokal.
Melalui kegiatan edukatif ini, para mahasiswa berharap sinergi antara warga, kader kesehatan, dan pemerintah desa terus terjaga. Langkah kecil dari Desa Paccekke ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)
Comment