MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kasus penculikan Bilqis (4), bocah asal Panakkukang yang ditemukan di Jambi, menjadi sorotan tajam sekaligus alarm kolektif bagi masyarakat Kota Makassar mengenai pentingnya pengawasan anak di ruang publik.
Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja cepat kepolisian dalam mengungkap kasus ini, namun ia juga mengingatkan agar kewaspadaan terhadap keselamatan anak tidak boleh menurun.
Basdir secara khusus memuji keberhasilan jajaran Polrestabes Makassar yang mampu menemukan dan memulangkan Bilqis dalam waktu enam hari, setelah diculik dari Taman Pakui Sayang pada Minggu (2/11).
“Kinerja Polrestabes Makassar sangat luar biasa. Dalam waktu singkat, mereka berhasil melacak jejak pelaku hingga ke luar provinsi. Ini bukti nyata kepolisian bekerja profesional dan responsif terhadap keresahan warga,” ujar Basdir, Senin (10/11), seraya menambahkan bahwa kerja cepat aparat telah membangun kembali kepercayaan publik.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan bahwa Bilqis telah ditemukan dan dipulangkan pada Minggu (9/11). Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi anak baik dan ceria, meski sempat demam. “Kondisinya baik, termasuk secara psikologis juga sudah dicek oleh pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” kata Arya.
Meski mengapresiasi polisi, Basdir menegaskan bahwa keberhasilan penemuan Bilqis bukanlah akhir dari tugas. Ia menyebut kasus ini harus menjadi pelajaran kolektif untuk memperkuat sistem perlindungan anak.
“Kasus ini tidak boleh dianggap biasa. Keamanan anak adalah tanggung jawab bersama. Tugas kita memastikan tidak ada Bilqis-Bilqis lain yang menjadi korban karena kelalaian atau kurangnya kepedulian,” tegasnya.
Basdir menekankan agar slogan ‘Jagai Anakta’ (Jaga Anak Kita) tidak berhenti di lisan, melainkan harus diwujudkan menjadi budaya sosial masyarakat Makassar.
“’Jagai Anakta’ itu bukan cuma tanggung jawab keluarga, tapi tanggung jawab sosial. Kalau melihat anak kecil sendiri di ruang publik, jangan diam. Tanyakan, dekati, atau bantu jika perlu. Itu bagian dari kepedulian kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran orang tua yang harus memperketat pengawasan di tengah tingginya mobilitas. “Banyak orang tua yang lengah karena merasa lingkungan aman. Padahal kejahatan bisa muncul kapan saja. Orang tua harus tahu di mana anaknya bermain dan dengan siapa,” pesannya.
Mendesak Perkuatan Sistem Pengawasan Publik
Untuk pencegahan, Basdir mendorong Pemerintah Kota Makassar dan kepolisian memperkuat sistem pengawasan publik.
“Kita perlu langkah pencegahan, bukan hanya penindakan. Keamanan anak tidak bisa ditunda,” tandas Basdir, menyarankan agar:
-
Memperbanyak kamera CCTV di taman kota, sekolah, dan area bermain anak.
-
Melakukan patroli rutin di kawasan publik yang ramai anak-anak.
Penyelesaian kasus Bilqis menjadi momentum penting untuk membuktikan kesiapan aparat dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan Kota Makassar yang aman bagi anak-anak.
Comment